Bupati Tanjab Barat Hadiri Pembukaan Pelatihan Tracker Covid-19 Aplikasi Silacak

oleh -116 views
Tiga dari kanan, Bupati Tanjab Barat Drs. H. Anwar Sadat, M. Ag saat menghadiri pembukaan pelatihan tracker covid-19 aplikasi silacak di aula pertemuan kantor Bupati Tanjab Barat.

TANJAB BARAT, Jumat (11/6/2021) suaraindonesia-news.com – Bupati Tanjab Barat Drs. H. Anwar Sadat, M. Ag menghadiri pembukaan pelatihan tracker covid-19 aplikasi Silacak bagi petugas Puskersmas, Babinsa dan Babinkamtibmas dalam rangka memperkuat tim tracker covid-19 tahun 2021, yang dilaksanakan dibalai pertemuan kantor Bupati Tanjab Barat.

Acara tersebut juga dihadiri Kapolres Kab. Tanjab Barat, Dandim 0419 Kab. Tanjab Barat, Sekda, Asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala BPBD, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas PMD, narasumber pelatihan Tracker Aplikasi Silacak, beserta tamu undangan lainnya.

Sebelum acara dilaksanakan, para undangan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan Do’a.

Dr. Hj. Andi Pada, M. Kes sebagai panitia mengatakan, situasi terkini
covid 19 Kab. Tanjab Barat dimana suspek sebanyak 165 orang, konfirmasi sebanyak 844 orang, sembuh 564 orang dan meninggal dunia sebanyak 20 orang.

“Pada saat ini capaian pelaksanaan Vaksinasi pada lansia sebanyak 3.212 orang dan para lansia umur 50 tahun keatas sebanyak 1.914 orang,” terangnya.

Lanjutnya, Pelacak adalah upaya 3T, melengkapi Testing dan Treatment pelacakan yg dilakukan oleh petugas pelacak (Tracer), yaitu petugas kesehatan maupun masyarakat, seperti Babinsa dan Babinkamtibmas, kader, karang taruna, PKK, dan relawan lain yang mendapatkan pelatihan.

“Peserta pelatihan ini sebnyak 74 orang yg terdiri dari Babinsa, Babinkamtibmas, petugas Surveilens Puskesmas dan bidan Desa di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dan narasumber pelatihan Tracker terdiri dari narasumber pusat dan provinsi,” ujarnya.

Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag dalam sambutan dan arahannya mengatakan, situasi covid-19 di Tanjab Barat global maupun Nasional masih sangat tinggi, bahkan di kabupaten Tanjab Barat pernah berada di zona merah, dan alhamdulillah pada hari ini sudah memasuki zona Orange.

“Diperlukan langkah- langkah strategis untuk mempercepat pencegahan dan pengendalian Covid- 19 dengan mempercepat dan meningkatkan kapasitas pemerikasaan, pelacakan, karantina, dan isolasi kasus,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, proses pemeriksaan, pelacakan, karantina, dan isolasi merupakan satu rangkaian kegiatan yang akan berhasil dilakukan jika dilakukan dengan cepat dan disiplin.

“Tracking dilakukan untuk deteksi dini covid-19 sebagai upaya memutus mata rantai penularan, pencegahan dan pengendalian melalui penguatan pemeriksaan, pelackaan, karantina, dan isolasi kasus covid-19,” kata Bupati.

Bupati menegaskan, bahwa ppelatihan tracer aplikasi silacak ini sangat penting dan diperlukan untuk melakukan pelaporan online agar upaya tracing dapat dimonitor dan dievaluasi, sehingga data tracing harus selalu dilaporkan secara lengkap dan tepat waktu.

“Kita tetap berusaha semaksimal mungkin dan selalu berdoa kepada Allah Swt agar kita seallu diberikan kesehatan dan perlindungan oleh-Nya,” harap Bupati.

Reporter : Yatib/Erham
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *