Bupati Sumenep; Marak Pungli di Objek Wisata Pantai Lombang

oleh -43 views
Pintu Masuk Wisata Pantai Lombang, Sumenep, Madura

SUMENEP, Sabtu (23/06/2018) suaraindonesia-news.com – Praktik pungutan liar (pungli) di objek wisata Pantai Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dalam beberapa waktu belakangan ini kembali marak. Ini seiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, yang ingin menghabiskan masa libur lebaran 1439 H.

Para pelaku pungli meminta setiap pengunjung untuk membayar bea masuk ke objek wisata milik Pemkab Sumenep itu sebesar Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu. Namun uang yang dipungut tersebut tidak disertai dengan tiket masuk bagi pengunjung.

Parahnya, hal tersebut di beberkan Bupati Sumenep, A. Busyro Karim di sela sambutannya pada acara “Pesta Rakyat Kupatan dan Festival Ketupat” di pantai Lombang. Menurutnya, belum lama ini pihaknya menerima keluhan para tokoh Sumenep yang ada diluar Madura, jika di wisata pantai Lombang marak praktik pungli.

“Para tokoh itu mengeluhkan, sewaktu masuk ke lokasi wisata Pantai Lombang dengan membawa banyak rombongan. Keluhan yang pertama ialah banyaknya pungli,” kata Bupati A. Busyro Karim di hadapan para tamu undangan beserta pengunjung, Sabtu (23/06).

Dijelaskan Bupati, kondisi ini berbanding terbalik dengan objek wisata lainnya di Kabupaten Sumenep yang tidak harus mengeluarkan biaya sampai puluhan ribu rupiah, baik dari bea masuk ataupun parkir kendaraan.

Baca Juga: Pertama Dalam Sejarah, Pemkab Sumenep Gelar Pesta Rakyat Kupatan dan Festival Ketupat

“Dari tata kelola management yang tidak benar seperti ini, diketahui mereka ingin keuntungan yang besar dengan waktu yang singkat. Namun akibat dari tata kelola yang tidak benar membuat para pengunjung geram dan tidak mau kembali lagi ke wisata Pantai Lombang ini,” paparnya.

Pihaknya pun menyangkan atas tindakan para pelaku pungli ini, karena secara tidaklangsung memperjelek citra wisata pantai Lombang, yang seharusnya dijaga agar supaya pengunjung tidak dirugikan sehingga pengunjung akan selalu kembali ke tempat wisata pantai Lombang.

“Pantai Lombang merupakan Destinasi wisata pantai tertua di Kabupaten Sumenep, banyak masyarakat dalam dan luar Kabupaten Sumenep menikmati pesona pantai dan indahnya cemara udang, namun sangat di sayangkan masih banyaknya pungutan liar,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala UPT wisata Pantai Lombang, Anwar membenarkan jika tidak sedikit oknum tertentu yang melakukan praktik pungli tiket bea masuk dan parkir. Sehingga walaupun banyak pengunjung akan tetapi data pengunjung tidak sesuai dengam penjualan tiket masuk.

“Pengunjung Pantai Lombang dalam momen Lebaran sampai mencapai 15.000 pengunjung. Namun tiket masuk yang berhasil di dapat hanya 4.884, ini menunjukkan masih banyak yang perlu di evaluasi,” terang Anwar, saat ditemui diruang kerjanya, Sabtu (23/06).

Menurut Anwar, untuk meraup keuntungan besar, para pelaku pungli ini melakukan modusnya dengan menjual tiket tidak sebagaimana mestinya kepada para pengunjung. Utamanya pengunjung rombongan.

“Jadi, semisal ada rombongan pada satu mobil ada 16 orang, itu sudah pasti akan bayar semua. Namun, tiketnya hanya di kasih untuk 3 orang saja, jadi sisa uang yang dari 13 orang yang tidak diberi tiket tersebut dimasukkan ke kantong pribadinya,” jelasnya

Anwar mengakui, jika tindakan praktik pungli di destinasi wisata Pantai Cemara Udang tersebut sudah dilakukan tindakan berupa teguran, sampai menjadi catatan pada laporannya yang diajukan kepada Pemkab.

“Saya sering laporkan itu pada atasan, namun sejauh ini belum ada tindakan apa-apa mas. Padahal dari pembelian tiket ini sangat perlu di perhatikan oleh pihak Pemerintah, agar pantai Lombang bisa meningkat dalam memberikan kontribusi kepada pendapatan Pemkab Sumenep,” pungkasnya.

Reporter : Syaiful
Editor : Amin
Publisher : Imam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *