Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaPemerintahan

‎Bupati Sumenep Ingatkan Kades: Dana Desa Bukan Sekadar Laporan, Harus Berdampak Positif ‎

Avatar of admin
×

‎Bupati Sumenep Ingatkan Kades: Dana Desa Bukan Sekadar Laporan, Harus Berdampak Positif ‎

Sebarkan artikel ini
IMG 20251120 092553
‎Foto : Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dalam Forum Group Discussion (FGD) Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa 2025 di Kantor Bupati, Jumat (14/11/2025). (Foto: Istimewa/Suara Indonesia).

‎SUMENEP, Jum’at (14/11) suaraindonesia-news.com – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan bahwa Dana Desa harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan hanya tercatat rapi dalam laporan administrasi.

Pesan itu disampaikan dalam Forum Group Discussion (FGD) Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa 2025 di Kantor Bupati, Jumat (14/11/2025).

‎Fauzi menyatakan, keberhasilan pengelolaan anggaran desa seharusnya tercermin dari perubahan yang dirasakan langsung oleh warga.

‎“Yang dibutuhkan masyarakat adalah bukti. Apakah anggaran itu benar-benar memberi dampak atau hanya berhenti di berkas laporan,” ujarnya.

‎Menurut Fauzi Dana Desa merupakan instrumen penting untuk mempercepat pembangunan dari tingkat bawah. Karena itu,

‎Ia meminta seluruh kepala desa mengelola anggaran secara transparan, akuntabel, dan tetap berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

‎Fauzi menekankan bahwa kemajuan desa merupakan penanda utama perkembangan daerah.

‎“Jika desa-desa kita tumbuh, kabupaten juga akan bergerak maju. Kepala desa harus bekerja dengan integritas, saling berkolaborasi, bukan berjalan sendiri-sendiri,” kata dia.

‎Pemkab Sumenep, lanjutnya, akan terus memberikan pendampingan agar penggunaan Dana Desa tetap terarah dan tepat sasaran.

‎Bupati sumenep tersebut menargetkan desa-desa di Sumenep tidak hanya berkembang, tetapi mampu naik kelas menjadi desa mandiri.

‎Program yang berpihak kepada warga, peningkatan layanan publik, dan penguatan ekonomi lokal disebutnya sebagai prioritas yang harus diperkuat.

‎“Dana Desa itu motor perubahan. Jangan diperlakukan hanya sebagai urusan formalitas,” tambah Fauzi.

‎Lebih lanjut, ditengah upaya mendorong kemandirian desa, dia juga menyoroti pentingnya penggunaan teknologi dalam tata kelola pemerintahan desa.

‎Digitalisasi, menurutnya, dapat mempercepat layanan, meningkatkan transparansi, dan memudahkan proses administrasi.

‎“Kepala desa tidak boleh takut berinovasi,” tuturnya.

‎Fauzi menegaskan desa bukan bukan hanya sekadar maju, tapi bisa menjadi pionir Jika sinergi kuat terjalin.

‎”Kami optimisti, kolaborasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah desa, dan masyarakat akan melahirkan pembangunan yang kreatif, berkelanjutan, dan mampu mendorong desa-desa di Sumenep menjadi pelopor,” pungkasnya.