Bupati Pamekasan Berikan Tambahan Beasiswa Bagi Calon Dokter

oleh -20 views
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam saat diwawancarai awak media selepas pelantikan Ratusan Pejabat di Mandhepah Agung Ronggosukowati.

PAMEKASAN, Jumat (15/01/2021) suaraindonesia-news.com – Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam akan menambah program beasiswa bagi peserta didik yang ingin melanjutkan ke perkuliahan khusus kedokteran.

Tambahan program beasiswa tersebut pada tahun 2021, merupakan salah satu program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan di sektor pendidikan, terbukti kesuksesan pada beasiswa di tahun 2020 kemaren.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Pamekasan, setelah menggelar
Pelantikan, pengukuhan dan pengambilan sumpah jabatan, di Mandhapha Agung Ronggosukowati, Pamekasan, Madura, Jawa timur, kamis kemaren.

Kelima program prioritas diantaranya adalah sektor pendidikan, ekonomi, pelayanan kesehatan, infrastruktur dan reformasi birokrasi.

“Ada beberapa hal lain yang akan kita persiapkan. Diantaranya Kita dorong bagaimana pendidikan di Kabupaten Pamekasan berkemajuan,” kata Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam.

Dalam sektor pendidikan, Pemkab Pamekasan memiliki model baru di Tahun 2021. Selain beasiswa santri yang sudah berhasil dijalankan, nantinya akan menambah beasiswa bagi para calon dokter hingga calon jendral.

“Seluruh siswa di jenjang SMA sederajat yang ada di kabupaten ini akan kita tes dan kita tanya cita-citanya dari masing-masing sesuai apa yang di cita-citakan,” paparnya.

Lanjut kata bupati, sebagian beasiswa yang telah jalankan adalah beasiswa santri. Kemudian di tahun ini, pihaknya memiliki program tambahan yakni seluruh siswa SMA di Kabupaten Pamekasan akan dilakukan uji untuk kemampuanya.

“Nanti minggu depan akan melakukan MOU tentang beberapa model kerjasama itu akan keliling pada sejumlah Universitas di Indonesia. Diantaranya Akademi Kepolisian (Akpol), Akademi Militer (Akmil), Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitatas Brawijaya (UB),” Pungkasnya.

Pihaknya berharap, suatu saat ada orang tidak mampu yang cerdas dan berkomitmen, bisa menjadi jenderal, orang yang tidak mampu bisa jadi dokter, orang yang tidak mampu bisa menjadi panglima TNI, bisa menjadi STPDN dan sebagainya. (Adv).

Reportee : My
Editor : Redaksi
Publisher : Sayiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *