Bupati Maybrat : Peserta Raker Sinode GKI Wajib Suket Kesehatan dan Rapid Antigen

oleh -59 views
Ketua panitia Raker GKI ke-1V Tanah Papua, Drs Bernard Sagrim MM.

MAYBRAT, Sabtu (23/1/2021) suaraindonesia-news.com – Rapat kerja (Raker) Sinode GKI Tanah Papua yang ke-IV di pusatkan diklasis Ayamaru Kabupaten Maybrat, Papua Barat. Bulan Maret tahun 2021mendatang Bupati Maybrat Drs Bernard Sagrim MM berharap Raker di tengah Pandemik COVID-19 ini, akan digelar dengan tertib dengan menerapkan protokol kesehatan dan setiap peserta raker wajib menunjukan surat kesehatan dari daerah setempat dan melampirkan Rapid Antigen.

Ketua panitia pelaksana Raker Sinode GKI IV, Drs. Bernard Sagrim, MM saat ditemui usai melaksanakan rapat panitia di sekretariat Raker, belum lama ini mengatakan dua dokumen ini wajib harus dimiliki peserta.

“Kami juga sudah sampaikan kepada BPM Sidone untuk sampaikan kepada delegasi setiap daerah bahwa apabila ada peserta yang punya riwayat penyakit bisa diwakilkan orang lain,” jelas Bernard.

Dikatakan Bernard, bahwa raker akan dilaksanakan selama 4 hari yakni tanggal 16 hingga tanggal 19 Maret 2021.

“Sebelumnya sesuai rencan dilaksanakan 6 hari, namun karena situasi pandemik COVID-19, dapat dikurangi hanya belaku 4 hari dan pesertanya dari 700 orang dikurangi menjadi 400 orang, sesuai Pleno BPM Sinode,” ungkapnya.

Persiapan panitia, tambah dia, panitia telah berkoordinasi baik dengan BPM Sinode dan para petinggi di Papua Barat yakni Gubernur, Kapolda dan Pangdam Kasuari, dan Kejati Papua Bara untuk saran masukan terkait dengan pengamanan pelaksanaan Raker yang berjalan di tengah Pandemik COVID-19.

“Untuk kesiapan panitia semua seksi sudah dipersiapkan dengan baik, karena tinggal menghitung hari saja, sehingga kita mantapkan untuk menyambut dan menyukseskan pelaksanaan kegiatan Akbar dari GKI ini,” ujarnya kepada peserta Raker Sinode GKI wajib Suket Kesehatan dan Rapid Antigen.

Bulan Maret 2021 akan datang, akan digelar Rapat kerja (Raker) Sinode GKI yang IV di Ayamaru Kabupaten Maybrat Papua Barat. Raker di tengah Pandemik COVID-19 ini, akan digelar dengan tertib menerapkan protokol kesehatan dan setiap peserta raker wajib menunjukan surat kesehatan dari daerah setempat dan lampirkan Rapid Antigen.

Hal ini diungkapkan ketua panitia pelaksana Raker Sinode GKI IV, Drs. Bernard Sagrim, MM saat ditemui usai melaksanakan rapat panitia di sekretariat Raker, belum lama ini.

“Dua dokumen ini wajib harus dimiliki peserta. Kami juga sudah sampaikan kepada BPM Sidone untuk sampaikan kepada delegasi setiap daerah bahwa apabila ada peserta yang punya riwayat penyakit bisa diwakilkan orang lain,” jelas Bernard.

Dikatakan Bernard bahwa raker akan dilaksanakan selama 4 hari yakni tanggal 16 hingga tanggal 19 Maret 2021.

“Sebelumnya sesuai rencan dilaksanakan 6 hari, namun karena situasi pandemik COVID-19, dapat dikurangi hanya belaku 4 hari dan pesertanya dari 700 orang dikurangi menjadi 400 orang, sesuai Pleno BPM Sinode,” ungkapnya.

Persiapan panitia, tambah dia, panitia telah berkoordinasi baik dengan BPM Sinode dan para petinggi di Papua Barat yakni Gubernur, Kapolda dan Pangdam Kasuari, dan Kejati Papua Bara untuk saran masukan terkait dengan pengamanan pelaksanaan Raker yang berjalan di tengah Pandemik COVID-19.

“Untuk kesiapan panitia semua seksi sudah dipersiapkan dengan baik, karena tinggal menghitung hari saja, sehingga kita mantapkan untuk menyambut dan menyukseskan pelaksanaan kegiatan Akbar dari GKI ini,” tutup nya.

Reporter : Ones
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

One thought on “Bupati Maybrat : Peserta Raker Sinode GKI Wajib Suket Kesehatan dan Rapid Antigen

  1. Memang sungguh luar biasa pelaksanaan Raker 4 Sinode di Maybrat, fasilitas persidangan full komputerisasi dan penerapan protokol kesehatan yg ketat, sayangnya pd bagian sekretariat yg tidak siap mengantisipasi mrmbludaknya peserta, sehingga panitia sedikit kewalahan dalam mendistribusikan raker kits yg sangat mewah isinya ( ransel, tas, kemeja, dll), sehingga terdapat bbrp peserta yg tidak menerima raker kits tsb. Alasan panitia peserta yg hadir melebihi kuota yg disediakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *