MAMASA, Senin (4/8) suaraindonesia-news.com – Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, bersama Wakil Bupati Sudirman dan Sekretaris Daerah Muh Syukur, menggelar rapat koordinasi bersama 17 Kepala Puskesmas se-Kabupaten Mamasa, Senin (4/8/2025). Rapat ini dilaksanakan sebagai langkah evaluasi menyusul insiden meninggalnya seorang pasien di Puskesmas Nosu, Kecamatan Nosu.
Dalam rapat tersebut, Pemerintah Kabupaten Mamasa mengumumkan bahwa Adolfina, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Puskesmas Nosu, dibebastugaskan dari jabatannya dan dialihkan sebagai staf di Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa. Penunjukan ini dilakukan setelah tim investigasi yang diturunkan oleh Pemda Mamasa menyampaikan hasil penyelidikan terkait insiden tersebut.
Bupati Welem menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya pembenahan layanan kesehatan serta penguatan fungsi pengawasan di seluruh puskesmas.
“Evaluasi ini penting agar pelayanan kesehatan di semua wilayah berjalan maksimal. Kami juga akan melakukan pemerataan tenaga kesehatan di seluruh puskesmas,” ujar Bupati Welem dalam sambutannya.
Ia juga memerintahkan Dinas Kesehatan untuk melakukan pendataan dan peninjauan terhadap puskesmas yang memiliki kelebihan tenaga medis, seperti Puskesmas Mamasa dan Mambi, agar dapat mendukung puskesmas lain yang kekurangan tenaga.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Mamasa menunjuk Ibu Sari sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Nosu untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan.
“Secara resmi saya menunjuk Ibu Sari sebagai Pelaksana Tugas Kepala Puskesmas Nosu, dan berharap pelayanan kesehatan di wilayah tersebut segera membaik,” tegasnya.
Rapat tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa Ratna Sari Dewi, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Baso’ Parjuni, dan Kepala Inspektorat Yohanis. Seluruh pihak menyatakan komitmennya untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan dan pengawasan terhadap kinerja tenaga medis di Kabupaten Mamasa.













