Bupati Kukar Edi Damansyah Dorong Kelompok Tani Milenial Abulake Berkarya Jadi Percontohan 

oleh -1.321 views
Para milenial saat mendapatkan kunjungan Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah, di lahan pertanian milik Kelompok Tani milenial Abuleke Berkarya di Kelurahan Margo Mulyo, Kec. Samboja, Kutai Kartanegara, Minggu, (4/10/2020)

SAMBOJA, Senin (5/10/2020) suaraindonesia-nesw.com – Kelompok Tani Abulake Berkarya yang berlokasi di Kelurahan Margo Mulyo, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), direncanakan bakal menjadi lahan percontohan pertanian hortikultur dalam konsep agrowisata.

Kelompok Tani yang baru dirintis sejak 6 bulan lalu itu merupakan hasil dari gagasan kaum milenial di Kecamatan Samboja.

Kesiapan lahan untuk pertanian tersebut saat ini seluas 49 hektar, dan baru tergarap seluas 4,5 hektar dengan tanaman buah dan sayuran.

“Saya menyambut baik melihat perkembangan pertanian di Kabupaten Kutai Kartanegara, termasuk yang ada di Kecamatan Samboja. Apalagi para generasi muda yang sudah mulai masuk kedunia pertanian, saya kira ini salah satu pertanda bahwa basis Kutai Kartanegara yang memang akan kita jadikan lumbung pangan di Kalimantan Timur bakal tercapai dengan baik. Apalagi kalau bicara soal Kecamatan Samboja yang identik dengan kawasan Ibu Kota Negara (IKN),” kata Edi Damansyah saat melakukan silaturahmi dengan warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Abuleke Berkarya di Kelurahan Margo Mulyo, Kecamatan Samboja, Minggu, (4/10/2020) sore.

Para milenial yang telah tergabung dalam Kelompok Tani Abuleke ini, Kata Edi, bakal menjadi percontohan pertanian kedepan.

“Program pertanian kita kedepan akan menguatkan hilirisasi pertanian. Karena selama ini belum pernah kita tangani dengan baik, sehingga semua produk pertanian di Kutai Kartanegara kalau dijual dalam kondisi jual bahan baku mentahnya. Kita ingin nanti ada pengolahan di Kutai Kartanegara, sehingga bisa menjadi percepatan bagi daya dorong pertumbuhan ekonomi, serta bisa menciptakan lapangan pekerjaan di sekitarnya. Jadi hilirisasi pertanian ini nanti identik dengan pola pengembangan pertanian berbasis kawasan,” ujarnya.

Sementara itu, koordinator Kelompok Tani milenial Abuleke Berkarya, Heri Susanto mengatakan, kedepannya Kelompok Tani tersebut mengarah kepada agrowisata dan edukasi.

“Hal itu untuk mengedepankan hasil bumi di Kecamatan Samboja agar berkelanjutan, hanya saja saat ini proses tersebut masih mengalami keterlambatan. Mudah-mudahan nanti dari para milenial bisa memberikan support maksimal untuk mengembangkan lahan pertanian tersebut,” ujar Heri.

Selama ini, kata Heri, Pemerintah Kecamatan Samboja dan Pemerintah Kabupaten terhadap Kelompok Tani yang dikelolanya tersebut sudah merespon positif.

“Kami sebenarnya juga membutuhkan respon secara materiil dari pemerintah, untuk menunjang kemajuan kelompok pertanian. Tujuannya agar pusat pertaniannya tidak lagi secara tradisional, namun bisa lebih modern,” ungkapnya.

Heri menjelaskan, saat ini pihaknya juga ingin memupuk kemandirian para milenial yang telah bergabung di Kelompok Tani Abuleke Berkarya.

“Kita akan pupuk dulu kemandirian para milenial ini, karena tanpa ada kemandirian dapat bantuan berapapun tidak akan pernah sukses. Jadi, dari awal kemandirian itu yang harus kita bentuk, agar jiwa bertaninya bisa tumbuh, termasuk jiwa sosialnya. Kendala bertani itu sangat berat, apalagi untuk milenial yang masih tergolong awam terhadap sektor pertanian,” jelasnya.

Lebih lanjut Heri mengatakan, saat ini milenial yang tergabung dalam Kelompok Tani baru mencapai 43 persen, bahkan sudah mengikuti Bimtek ditingkat lokal mulai dari teknik pembuatan pupuk dan pembuatan bibit.

Dilahan seluas 49 hektar, Kelompok Tani Abuleke Berkarya telah mempersiapkan bibit siap tanam yang terdiri dari jambu kristal sebanyak 2.500 bibit, alvokad 1.500 bibit, jeruk 1.700 bibit, dan budidaya ikan seluas 5 hektar.

“Untuk menjadi percontohan, kedepannya Kelompok Tani yang kami kelola ini bakal mengubah pola pikir dari petani tradisional menjadi modern dengan mekanisme teknologi pertanian. Tentu dalam pengelolaanya kami masih membutuhkan investor,” ujarnya.

Reporter : Fauzi
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *