Bupati Janji Pembangunan Rumah Sakit Pantura Mulai Akhir 2015

oleh -28 views
ACARA MUSREMBANGKAB SAMPANG

Suara Indonesia-News.Com, Sampang–Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Sampang tahun 2015 berlangsung di Pendopo Agung Sampang, Senin (23/3/2015). Beberapa hal mendapat sorotan tajam dari Imam Ubaidillah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

Dalam pokok pemikirannya, Imam menyoroti bidang kesehatan yang banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Kurangnya sosialisasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) juga berdampak pada tidak tepatnya sasaran, sehingga BPJS hanya bisa dinikmati oleh orang kaya. Sehingga perlunya validasi dan verifikasi data kepersertaan BPJS. Selain itu perlunya pengadaan dan pembenahan sarana dan prasarana kesehatan.

“Memang saat ini banyak Pos Poliklinik Desa (Polindes) maupun Pos Pelayanan Terpadu (Postu), namun yang ada tempatnya saja tapi tenaga kesehatanya tidak ada hanya ditempati jin dan setan,” Ucap Imam.

Imam berharap, Pemerintah Daerah maupun Provinsi juga membangun Rumah Sakit (RS) di wilayah Pantura. Sebab, selama ini warga pantura seperti Kecamatan Ketapang, Sokobanah dan Banyuates ketika sakit untuk berobat larinya ke kabupaten lain.

“Kalau orang Pantura sakit pasti berobat ke Bangkalan, kalau ke rumah sakit Sampang takut tambah parah sakitnya, sebab jaraknya lebih jauh ditambah lagi dengan kondisi jalan provinsi (Sampang-Ketapang) yang rusak dan berliku-liku,” pungkasnya.

Menanggapi apa yang diungkapkan Ketua Dewan itu, dalam pidato sambutannya Bupati Sampang Fannan Hasib menargetkan pembangunan RS diwilayah pantura akan mulai dilaksanakan pada akhir tahun 2015. Sehingga, harap Bupati Fannan ke depan jaminan kesehatan bagi masyarakat bisa merata dengan baik.

“Insya Allah akhir tahun ini rencana pembangunan RS diwilayah utara (pantura,red) bisa mulai diwujudkan,” ucapnya.

Bupati Sampang Fannan Hasib juga menjelaskan, Musrenbang telah dilaksanakan mulai dari tingkat desa hingga tingkat kabupaten, dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Sampang tahun 2016.

“Permasalahan pembangunan yang menjadi prioritas, diantaranya tingginya angka kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM)  yang masih rendah, melambatnya pertumbuhan ekonomi, masih terbatasnya aksesibilitas dan kualitas infrastruktur pendidikan dan kesehatan dan tingginya intensitas bencana alam,” jelas Fannan.

Pantauan di lokasi, Musrembang Kabupaten Sampang tahun 2015, dengan tema pembangunan tahun 2016 peningkatan kualitas dan eksebilitas pelayanan dasar serta perkuatan ekonomi daerah menuju Kabupaten Sampang bermartabat tersebut dihadiri oleh Kepala Bappeda Provinsi Jatim Fatah Yasin, Bupati dan Wakil Bupati, Forpimda dan SKPD se Kabupaten Sampang. (nor/luk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *