Bupati Blora Raih Penghargaan Nasional atas Inovasi Padi Organik pada Peringatan Hari Desa 2026 - Suara Indonesia
BeritaPemerintahan

Bupati Blora Raih Penghargaan Nasional atas Inovasi Padi Organik pada Peringatan Hari Desa 2026

Avatar of admin
×

Bupati Blora Raih Penghargaan Nasional atas Inovasi Padi Organik pada Peringatan Hari Desa 2026

Sebarkan artikel ini
IMG 20260116 120311
FOTO: Bupati Blora, H. Arief Rohman, saat menerima penghargaan sebagai kepala daerah inovatif dalam pengembangan desa tematik ketahanan pangan padi organik, di acara puncak Hari Desa Nasional di Boyolali.

BLORA, Jumat (16/01) suaraindonesia-news.com – Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman menerima penghargaan nasional sebagai Kepala Daerah Inovatif dalam pengembangan desa tematik ketahanan pangan berbasis padi organik. Penghargaan tersebut diberikan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) pada acara Puncak Peringatan Hari Desa Nasional 2026.

Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung RI, Prof. Dr. Reda Manthovani, didampingi Menteri Desa PDT Yandri Susanto, di Lapangan Kawasan Kebun Raya Indrokilo, Desa Butuh, Kabupaten Boyolali, Kamis (15/1/2026).

Dalam sambutannya, Menteri Desa PDT Yandri Susanto menegaskan bahwa pembangunan desa merupakan fondasi utama pembangunan nasional, sejalan dengan Asta Cita ke-6, yakni membangun dari bawah untuk pemerataan ekonomi.

“Membangun desa sejatinya membangun Indonesia. Kami memiliki program 12 Aksi Bangun Desa, termasuk target pembentukan 5.000 Desa Ekspor untuk mendorong komoditas lokal seperti kopi, perikanan, dan hasil pertanian agar mampu menembus pasar internasional,” ujar Yandri.

Menanggapi penghargaan tersebut, Bupati Arief Rohman menyampaikan bahwa capaian ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Blora untuk terus mengembangkan pertanian ramah lingkungan berbasis organik.

Sebagai langkah konkret ke depan, Bupati Arief mencanangkan gerakan inovasi di tingkat desa dengan meminta setiap desa di Kabupaten Blora menyiapkan lahan bengkok seluas sekitar satu hektare sebagai percontohan pertanian organik.

“Kami akan menggandeng organisasi kemasyarakatan seperti NU, Muhammadiyah, dan LDII untuk mewujudkan Blora sebagai Kabupaten Organik. Ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus pelestarian pertanian berbasis organik,” tegas Arief.

Selain penghargaan di sektor pertanian, prestasi juga diraih oleh Desa Geneng, Kecamatan Jepon, yang memperoleh penghargaan dalam Lomba Inovasi Desa Ramah Perempuan, Peduli Anak, dan Pendidikan.

Keberhasilan Kabupaten Blora juga ditopang peran aktif desa-desa. Desa Sidorejo menjadi pelopor inovasi tematik pertanian organik. Kepala Desa Sidorejo, Agung Heri Susanto, yang turut menerima penghargaan Desa Inovatif Tematik Pertanian Organik, mengungkapkan bahwa saat ini desanya memiliki 42 hektare lahan pertanian organik.

“Dari total 42 hektare tersebut, sebanyak 18 hektare telah bersertifikat organik. Kami berharap dukungan pemerintah pusat dan daerah terus berlanjut agar luasan lahan bersertifikat dapat bertambah dan produk pertanian organik kami mampu menembus pasar ekspor,” ujar Agung.

Penghargaan ini menegaskan posisi Kabupaten Blora sebagai daerah yang inovatif dan berkomitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui pengembangan pertanian organik, sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain.

Reporter: Nurul
Editor: Amin
Publisher: Eka Putri