BeritaHukumNewsPemerintahan

Bupati Blora Pastikan Serapan Tebu Petani Maksimal, Kawal Revitalisasi PG GMM

35
×

Bupati Blora Pastikan Serapan Tebu Petani Maksimal, Kawal Revitalisasi PG GMM

Sebarkan artikel ini
IMG 20260410 165950
FOTO; Bupati Blora, H. Arief Rohman, beserta Forkopimda saat menerima perwakilan petani tebu di Rumah Dinas Bupati, Jumat (10/04/2026).

BLORA, Jumat (10/04) suaraindonesia-news.com – Bupati Blora, Arief Rohman, menerima audiensi perwakilan petani tebu di Rumah Dinas Bupati, Jumat (10/4/2026). Pertemuan tersebut membahas upaya memastikan hasil panen tebu petani dapat terserap maksimal serta mengawal revitalisasi Pabrik Gula (PG) GMM milik Perum Bulog.

Audiensi turut dihadiri Wakil Bupati Blora, Kasdim 0721/Blora, serta Kapolres Blora. Pertemuan berlangsung dalam suasana kondusif, meskipun sebelumnya para petani sempat menggelar aksi demonstrasi di depan Pendopo Kabupaten Blora saat bupati berada di luar kota untuk mengurus persoalan serupa.

Dalam kesempatan tersebut, Arief Rohman memaparkan hasil kunjungannya ke Perum Bulog di Jakarta terkait aspirasi petani tebu.

“Saya kemarin berkunjung ke Perum Bulog di Jakarta untuk menyampaikan aspirasi para petani tebu di Blora. Kami memastikan tebu dari petani dapat terserap dengan baik dan revitalisasi Pabrik Gula GMM milik Bulog di Blora berjalan, mulai dari perbaikan mesin hingga pergantian atau penataan pengelola manajerial pabrik,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama Perum Bulog telah menindaklanjuti pertemuan tersebut dengan menyerahkan surat dan petisi dari petani.

“Menyampaikan hasil pertemuan di Perum Bulog, kami telah menyerahkan surat dari kami dan petisi para petani. Kami diminta untuk bersama APTRI dan dinas terkait mendata tebu di Blora, ada berapa tebu yang siap panen berdasarkan data riil. Bulog menyampaikan akan membentuk tim terkait ini,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Arief menyampaikan bahwa sejumlah tuntutan terkait manajemen pabrik akan diproses sesuai prosedur yang berlaku di lingkungan BUMN.

“Kami juga meminta tuntutan terkait manajemen akan dipenuhi, tapi butuh waktu karena ada prosedural BUMN. Insyaallah Senin atau Selasa depan kami akan ke Bulog kembali untuk kelanjutan dari tuntutan para petani. Dan kemarin saya minta ke direksi Bulog untuk mengajak perwakilan petani,” tegasnya.

Bupati Blora juga menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendampingi petani dalam menyampaikan aspirasi ke tingkat pusat.

“Kami siap untuk mengantar para petani jika ingin menyalurkan aspirasi secara langsung ke kementerian dan DPR RI. Tuntutan kita ya penyelamatan pabrik ini, kita kawal terus ini. Saya akan bersurat ke DPR RI dan Kementerian Pertanian untuk menjembatani teman-teman petani tebu menyampaikan aspirasi secara langsung,” ungkapnya.

Langkah tersebut mendapat apresiasi dari perwakilan petani yang hadir. Salah satu perwakilan, Sunoto, menyampaikan terima kasih atas upaya pemerintah daerah.

“Terima kasih atas jerih payah dan usahanya dalam menyampaikan aspirasi para petani. Perjuangan ini sudah diupayakan sejak 2025 oleh Pak Bupati dan Bu Wabup. Pesan saya, jangan sampai para petani tebu mudah terhasut dan dialihkan, serta perjuangan ini jadi sia-sia,” ujarnya.

Perwakilan lainnya, Darmawan, juga menyampaikan apresiasi sekaligus permohonan maaf atas aksi demonstrasi sebelumnya.

“Kami sangat berterima kasih sudah diterima di sini, walaupun beberapa waktu di depan pendopo kami mengadakan aksi demonstrasi. Kami memaklumi Pak Bupati tidak bisa menemui kami karena sedang di Jakarta. Intinya kami berterima kasih dan mengapresiasi Pak Bupati bolak-balik ke Jakarta, dan kami memohon maaf. Untuk jangka panjang, perbaikan pabrik tetap kami kawal. Untuk jangka pendek, yang terpenting tebu dari petani terserap, dan untuk ini kami minta pengawalan,” katanya.

Sementara itu, Nur Amin berharap pemerintah daerah terus mendampingi petani dalam memperjuangkan keberlangsungan pabrik gula tersebut.

“Sebagai orang tua kami, tolong Pak, Pabrik GMM diselamatkan. Walaupun di tahun ini belum langsung beroperasi optimal, minimal ada kepastian perbaikan. Supaya para petani sudah bisa ayem (tenang). Intinya kami minta tolong ke Pak Bupati, agar ekonomi petani membaik,” pungkasnya.

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah lanjutan dalam memastikan keberlanjutan sektor pertanian tebu di Blora serta memberikan kepastian bagi kesejahteraan petani.

Tinggalkan Balasan