Bupati Abdya: Penetapan KEK Diperlukan Kerja Cerdas

Bupati Abdya Akmal Ibrahim, SH Silahturrahmi dengan Rombongan MPP ISMI di Caffe Nongkrong Hotel Lauser Blangpidie, Abdya.

ABDYA, Sabtu (19/10/2019) suaraindonesia-news.com – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Akmal Ibrahim, SH menyebutkan Plt Gubenur Aceh Nova Iriansyah telah tepat melakukan tindakannya yakni mempromosikan Aceh terkait dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di wilayah Barat Selatan Aceh (Barsela).

Akmal mengaku, hingga saat ini ketiga kabupaten yakni Kabupaten Abdya, Nagan Raya dan Aceh Jaya masih tahap pengusulan dan belum memasuki tahap keputusan daerah mana yang dipilih. Namun demikian, lanjut Akmal, pengusulan Abdya mendapatkan nilai tertinggi.

“Nilai tertinggi satu Abdya, nomor dua Aceh Jaya dan nomor tiga Nagan Raya,” ucap Akmal pada acara silaturrahmi dengan rombongan Majelis Pengurus Pusat Ikatan Saudagar Muslim Se-Indonesia (MPP-ISMI) dalam rangka menyambut Surin Industri Smart Cyty Abdya (SISCA) menuju KEK halal Barsela di Caffe Nongkrong Blangpidie. Sabtu, (19/10).

Sebutnya, orang nomor satu Abdya itu, dalam Konteks KEK ini diperlukan kerja cerdas dan berpikir jauh kedepan. Ia berharap semua elemen masyarakat dapat menjual (mempromosikan) Abdya dan bukan malah meracuninya dengan berpikir pesimis.

Pada kesempatan itu, ia mengaku sedih melihat kebiasan atau kecendrungan sebagian masyarakatnya lantaran tidak berbicara optimis dan selalu berbicara yang jelek-jelek sehinga tercitranya Abdya jelek.

“Lucu ya !. saya ┬álihat, ini salah, itu salah. kenapa kalian tidak mempromosikan negeri kalian, kenapa yang kalian bicarakan yang jelek-jeleknya saja. Bukan tidak boleh bicara jelek, boleh, tapi kalau yang baik promosikan juga,” ujarnya.

Lanjutnya, anak muda kini mengeluhkan terkait lapangan kerja, kata Akmal, ketika diciptakan lapangan kerja kontroversi. dalam kasus KEK ini, sambungnya, promosikan lah yang bagus, saya sebagai pemimpin juga ingin selamat dunia dan akherat.

Dikatakan Bupati, daerah lain tentu memiliki hak yang sama menempatkan KEK namun harus dengan cara yang jantan dan sehat apa lagi kita berbicara tentang Barsela.

“Jangan iri, orang yang iri kepada orang yang lebih hebat itu intinya dia tidak mampu. Nah Abdya sudah of the trek, baik dalam mempersiapkan diri. Kalau cuma ekspor CPO, Sopindo sudah puluhan tahun ekspor CPO dari Pulau Kayu susoh, Abdya. Namun kita harus terus mempersiapkan diri lebih baik lagi dan berpikir optimis,” imbuhnya.

Selanjutnya, Calang Alhamdulillah sudah bisa ekspor, kita dukung, begitu juga dengan Nagan Raya. Kalau misalnya Nagan hebat tentu kita dukung, tapi satu kata kunci yang harus kita tanamkan dalam diri kita masing-masih bahwa kita tidak boleh kalah hebat dengan orang lain, jangan kecilkan api orang, tapi besarkan api kita sendiri.

“Itu cara berpikir yang positif. Nah kita jangan terpancing dengan olok-olok itu. Orang bicara menurut referensi dan potensi. Jual lah kebaikan Abdya dan jangan terus menjadi orang yang mencacimaki negeri sendiri karena KEK ini sifatnya jangka panjang,” ungkapnya.

Ia mengaku sedih tentang Pabrik Kelapak Sawit (PKS) yang berlokasi di Babahrot Abdya lantaran adanya anggapan bahwa jika PKS tersebut berdiri orang yang paling menguntungkan adalah dia (Akmal, red).

“Jika itu berdiri setidaknya 100 sampai dengan 200 tenaga kerja akan tertampung. Kalian jangan berpikir tentang nasip saya, saya sebelum jadi bupati memang sudah enak, tapi pikirlah nasip anda dan nasip masa depan masyarakat. Sekali lagi saya berharap dukungan positif dari semua pihak terkait KEK ini,” tukasnya.

Reporter : Nazli
Editor : Amin
Publisher : Marisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here