ABDYA, Sabtu (31/01) suaraindonesia-news.com – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Dr. Safaruddin, S.Sos., MSP, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena dinilai kerap meninggalkan daerah. Safaruddin menegaskan, kepergiannya ke Jakarta semata-mata dilakukan untuk mempercepat pembangunan daerah melalui upaya menjemput program dan anggaran dari pemerintah pusat.
Pernyataan tersebut disampaikan Safaruddin saat mengambil sumpah dan melantik 15 pejabat pimpinan tinggi pratama eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya, Kamis (29/01/2026).
“Saya minta maaf kepada masyarakat,” ujar Safaruddin, yang juga merupakan Wakil Ketua III DPR Aceh periode 2019–2024.
Menurut Safaruddin, intensitas kunjungannya ke Jakarta dilakukan sebagai langkah akselerasi pembangunan, terutama di tengah kondisi fiskal Kabupaten Abdya yang sedang melemah.
“Seluruh daerah juga berebut mencari perhatian pemerintah pusat. Bupati Abdya tentu tidak mau ketinggalan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, untuk menutup kekurangan anggaran daerah, dirinya harus mendatangi langsung kementerian terkait guna menyampaikan berbagai proposal kebutuhan daerah, mulai dari pembangunan irigasi, jalan usaha tani, perbaikan jalan rusak, sektor pendidikan, hingga kesehatan.
“Tentu uangnya dari mana? Di luar APBD yang kita terima, ya dari pusat, dari kementerian. Nah, itulah sebabnya saya sering ke Jakarta untuk menjemput program,” jelas Safaruddin.
Safaruddin berharap upaya tersebut mendapat respons positif dari pemerintah pusat. Ia juga menegaskan bahwa membuka akses komunikasi awal dengan pejabat eselon I di kementerian membutuhkan peran langsung kepala daerah. Setelah komunikasi terbangun, proses administrasi selanjutnya dapat dilanjutkan oleh organisasi perangkat daerah (OPD).
“Biarlah saya yang membuka akses dengan pejabat eselon I di kementerian. Tugas OPD adalah menyiapkan dan menyusun rencana kebutuhan yang akan diajukan. Siapkan dulu apa saja yang dibutuhkan, lalu dituangkan dalam proposal, agar bantuan dari pemerintah pusat benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Abdya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Safaruddin juga menyampaikan sejumlah kabar baik terkait rencana pembangunan pada tahun 2026. Ia menyebutkan, Pemkab Abdya akan melaksanakan berbagai kegiatan percepatan pembangunan, baik di bidang infrastruktur maupun pengembangan sumber daya manusia (SDM).
“Insya Allah akan ada pembangunan rumah dhuafa pada tahun 2026, jumlahnya sekitar 200 hingga 300 unit yang akan diperuntukkan bagi masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya,” ungkapnya.
Di sektor infrastruktur, Safaruddin menjelaskan bahwa pada tahun 2025 Abdya hanya memperoleh satu program Instruksi Presiden (Inpres) jalan dan jembatan, yakni pembangunan Jalan Suak Sane dengan nilai Rp13 miliar. Namun, pada tahun 2026 ia optimistis akan ada alokasi anggaran puluhan miliar rupiah dari pemerintah pusat untuk pembangunan dan perbaikan jalan serta jembatan di Abdya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa peningkatan produktivitas di bidang pendidikan juga menjadi perhatian. Safaruddin mengaku telah melakukan komunikasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia guna meningkatkan kualitas SDM di Abdya.
Selain itu, sektor kesehatan juga akan mendapat perhatian melalui pengadaan unit layanan kesehatan, baik berupa alat kesehatan maupun penunjang infrastruktur, yang direncanakan hadir pada tahun 2026.
Terkait agenda keagamaan, Safaruddin menyebutkan bahwa Kabupaten Aceh Barat Daya telah ditetapkan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Aceh tahun 2027. Ia menyatakan, Pemkab Abdya saat ini telah mempersiapkan landasan awal, baik dari sisi infrastruktur maupun sarana pendukung lainnya.
Ia pun berharap dukungan lintas sektor, tidak hanya dari jajaran Pemkab Abdya, tetapi juga dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), agar Abdya sukses menjadi tuan rumah MTQ 2027.
“Mudah-mudahan pada tahun 2027 kita sukses menjadi tuan rumah dan mampu meraih prestasi masuk sepuluh besar dalam ajang tersebut,” pungkas Safaruddin.












