ABDYA, Senin (17/02) suaraindonesia-news.com – Bupati Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Dr. Safaruddin, S.Sos, M.S.P, meresmikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada hari pertama kerjanya sebagai kepala daerah. Program ini diluncurkan di SMA Unggul Harapan Bangsa (Harpa), Kecamatan Susoh, Kabupaten Abdya, Senin (17/02/2025).
Dalam acara tersebut, Bupati Safaruddin didampingi oleh Ketua DPRK Abdya, Roni Guswandi, Dandim 0110/Abdya Letkol Inf Beni Maradona, Kapolres Abdya AKBP Agus Sulistianto, Kajari Abdya Bima Yudha Asmara, S.H., M.H., Kakankemenag Abdya Salman Alfarisi, Kepala Dinas Pendidikan Gusvizarni, dan Kadis Kesehatan Safliati.
Bupati Safaruddin menjelaskan bahwa program makan bergizi gratis merupakan kebijakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Kita harapkan kebijakan nasional ini dapat memberikan makan bergizi gratis kepada siswa, dan nantinya juga kepada ibu hamil, guna mencegah gizi buruk dan stunting,” ujarnya.
Program ini, lanjut Safaruddin, merupakan terobosan baru yang akan berlangsung selama kepemimpinan Prabowo-Gibran. Pada hari pertama pelaksanaan, ia mengunjungi dua sekolah, yaitu SMA Unggul Harapan Bangsa dan MTsN 1 Abdya.
“Alhamdulillah, seluruh siswa menerima program ini dengan baik. Ada beberapa masukan dari siswa, seperti harapan agar sayur yang disediakan memiliki kuah,” kata Safaruddin.
Ia menambahkan bahwa kualitas makanan yang disediakan oleh vendor cukup baik.
“Mudah-mudahan, di hari pertama peluncuran program ini, cita-cita untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dapat tercapai,” imbuhnya.
Mantan Wakil Ketua DPR Aceh ini berharap agar siswa-siswi di Abdya mendapatkan asupan gizi yang lebih baik. Ia juga menekankan pentingnya konsistensi kualitas makanan.
“Kami akan terus mengawasi agar kualitas makanan tetap terjaga dan tidak menurun seiring waktu,” tegasnya.
Sebagai bagian dari Pemerintah Kabupaten Abdya, Safaruddin memastikan bahwa program nasional ini akan terus dikawal dengan baik.
“Hari pertama ini, ada 17 sekolah yang melaksanakan program makan bergizi gratis. Ke depan, saya akan terus melakukan pengawasan untuk memastikan program ini berjalan dengan optimal,” ujarnya.
Ia juga berharap program ini dapat memberdayakan masyarakat lokal.
“Sumber daya yang digunakan sebaiknya berasal dari daerah kita sendiri, seperti petani dan pedagang setempat, agar program ini dapat berdampak lebih luas,” tambahnya.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah, petani, dan pedagang, Safaruddin optimis program ini akan berkontribusi besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Abdya.












