Bupati Abdya Buka Acara RKPK Tahun 2022 Dan Musrembang Kecamatan Tahun 2021

oleh -28 views
Bupati Abdya saat membuka forum konsultasi publik dan pembukaan Musrembang Kecamatan dalam Kabupatrn Aceh Barat Daya Tahun 2021 di Aula kantor Bappeda Abdya.

ABDYA, Kamis (11/2/2021) suaraindonesia-news.com – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim, secara resmi membuka agenda pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) yang dimulai dari sembilan kecamatan di Kabupaten setempat juga dalam kesempatan tersebut, Bupati Akmal membuka forum konsultasi publik dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten (RKPK) Abdya tahun 2022 mendatang.

Kepala Bappeda Abdya Firmansyah, ST dalam laporannya menyebutkan, Pelaksanaan forum konsultasi publik rancangan awal RKPK Aceh Barat Daya ini dimaksudkan untuk untuk memenuhi tahapan dalam penyusunan RKPK Kabupaten Aceh Barat Daya tahun 2022 sesuai kententuan permendagri 86 tahun 2017.

“Jadi acara ini adalah untuk mendapatkan masukan dan saran penyempurnaan dalam penyusunan dokumen rancangan awal RKPK Aceh Barat Daya tahun 2022,” sebut kepala Bappeda Firmansyah.

Adapun hasil yang ingin dicapai dari forum konsultasi publik ini yaitu, tersedianya bahan masukan yang  dibahas bersama kepala skpk dan pemangku kepntingan guna penyempurnakan rancangan awal RKPK Abdya tahun 2022, dan terpenuhinya tahapan dalam penyusunan RKPK sebagaimana yang diamanatkan pemendagri  Nomor 86 tahun 2017.

Lanjutnya, tema RKPK Abdya tahun 2022 adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam rangka meningkatkan PAD dan pengentasan kemiskinan, dengan enam prioritas pembangunan.

Berdasarkan jadwal, Murembang akan dilakukan di Kecamatan Tangan-Tangan, Jeumpa, dan babahrot pada tanggal 16 februari, di Kecematan Lembah Sabil, manggeng, dan Susoh pada tanggal 17 februari, sedangkan di Kecamatan Kuala Batee, Blangpidie, dan Kecamatan Setia pada tanggal 18 februari 2021.

Sementara itu, Bupati Abdya Akmal Ibrahim, SH dalam sambutanya menyebutkan, karena menyakut dengan penyusunan RKPK Abdya tahun 2021 yang dilaksanakan sesuai kententuan permendagri 86 tahun 2017.

“Nah ini sangat menarik kalau tidak masukkan program /kegiatan dalam RKPK, walaupun disetujui dan dipangkas oleh dprk ngak bisa juga dilaksanakan, seperti contoh yang dialami oleh teman-teman di DPRA kemarin di Propinsi Aceh kan sempat ribut juga terkait masalah pokir dan mendagri memasangkan setiap baliho mempertanyakan kenapa pokir dari DPRA tidak masuk kedalam SKPA, jadi forum hari ini sangat penting kehadirannya dan bekerja diruang ngak terlalu perlu sekali,” tuturnya.

“Jadi kalian telah mengingatkan bahwa teman- teman SKPK ini forum penting dan formal cara dari sebuah kegiatan yang mengunakan uang negara, jangan nanti tidak masuk programnya hiba hati malah ada yang langsung jumpa Bupati minta masuk lagi kegiatan yang hilang,” ujarnya.

Selanjutnya, Akmal juga, berharap, dalam forum ini memberi program-program dan solusi yang sangat menjawab kebutuhan kita, dan saya percaya kepada kemampuan kita hingga kita bisa.namun yang disampaikan ini adalah  materi yang sebenarnya juga sangat penting, kalau program tidak masuk ke dalam RKPK mohon maaf tidak bisa dilaksanakan.

“Maka dalam hal kegiatan ini saya, menginginkan kadis-kadisnya yang berhadir jika diwakili oleh kabid “janganlah kabit-kabit yang stress” karena kita tahu kemampuannya  paling tidak yang paham dengan persoalan apalagi forum ini terkait dengan penyusunan dokumen rancangan awal RKPK Abdya tahun 2022,” pungkas Bupati Akmal.

Reporter : Nazli
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *