Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaPeristiwaRegional

Buntut Kelalaian Damkar Dalam Inseden Kebakaran Aceh Utara Sulut Anarkis Warga

Avatar of admin
×

Buntut Kelalaian Damkar Dalam Inseden Kebakaran Aceh Utara Sulut Anarkis Warga

Sebarkan artikel ini
IMG 20250530 200427
Foto : Kediaman Rumah Duka Pasca Kebakaran yang menyebabkan bocah MI (6) Tahun meninggal dunia akibat terjebak api di dalam rumah. Jumat (30/05/2025). 

ACEH UTARA, Jumat (30/05) suaraindonesia-news.com – Kasus kebakaran yang terjadi di Gampong Alue Bili Rayek Kecamatan Baktiya Kabupaten Aceh Utara mendapatkan tanggapan keras warga. Insiden kebakaran yang sempat menelan korban bocah disabilitas berusia 6 tahun itu dituding sebagai kegagalan petugas berwenang.

Seperti yang dikabarkan dan sempat viral dijagat maya, kebakaran yang menimpa rumah Mansur (44) warga setempat mengakibatkan MI bocah laki-laki berusia 6 tahun terpanggang api di dalam rumahnya saat ditinggal sendiri oleh kedua orang tuanya.

Naasnya lagi, Pos armada kebakaran hanya terpaut sekitar 250 meter dari lokasi kejadian sedang tidak berada ditempat disaat kebakaran itu terjadi. Dua unit Armada kebakaran terpajang parkir disaat warga sedang membantu memadamkan api yang sedang menyambar bangunan.

Respon dari pemadam kebarkaran tersebut baru didapatkan Ketika rumah dan seisinya telah dilalap api, termasuk MI, satu-satunya korban dalam musibah ini.

Baca Juga :  Babinsa Bicorong Bersama Puskesmas dan SMKN 1 Pakong Gelar Karya Bhakti di Pasar Pakong

Kepada Kalaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Asnawi MSM mengakui kelalaian petugasnya yang sedang melaksanakan piket di pos armada kebakaran Alue Bili, Baktiya.

“Mereka sedang keluar mencari makan saat kejadian itu, dan kita akui mereka lalaikan tugas dan tanggung jawab,” kata Asnawi.

Ia pun sebagai Kalaksa BPBD meminta maaf kepada massa atas kejadian tersebut. Namun ia juga mengatakan, Masyarakat juga perlu memahami kondisi yang sedang terjadi, kebakaran yang melanda satu unit rumah tersebut kecil kemungkinan bisa dipadamkan berhubung kejadian itu terjadi secara cepat.

“Untuk menangani kebakaran itu untuk tidak terjadi, jangankan menggunakan armada mobil kebakaran, dengan Helikopter belum tentu bisa ditangani segera. Apalagi kita yang mengalami banyak kendala operasional di Aceh Utara,” pungkas Asnawi.

Sebagai Kalaksa, ia juga berharap kepada Masyarakat agar sedikit membuka pemahamannya tentang fungsi dan tugas Pemadam Kebakaran, agar tidak segera mengambil sikap secara anarkis.

Baca Juga :  Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Kelurahan Kolpajung Lakukan Pendampingan Penanaman Padi

Ia mencontohkan, akibat sedikit keterlambatan penanganan kebakaran massa langsung menyulutkan emosinya kepada petugas, salah kasusnya yang terjadi di Syamtalira Bayu. Dimana salah satu petugasnya menjadi korban anarkisme warga.

“Di Dewantara juga sempat terjadi, 10 orang petugas tumbang dan harus dilarikan ke Rumah Sakit karena menginjak seutas kabel listrik aktif yang dipotong warga saat terjadinya kebakaran dengan tujuan memutuskan saluran Listrik, hal ini perlu diketahui bahwa petugas memiliki banyak resiko dalam menjalan tugasnya,” ujar Kalaksa.

“Kita berharap Masyarakat tetap tenang dan selalu membuat laporan lebih cepat untuk mendapatkan penanganan sesegera mungkin,” tutup Asnawi.