Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita UtamaEkonomiPemerintahan

Bulog Akui Kelebihan Stok, Harga Beras Justru Liar Di Pasar Lokal

Avatar of admin
×

Bulog Akui Kelebihan Stok, Harga Beras Justru Liar Di Pasar Lokal

Sebarkan artikel ini
IMG 20250715 153907
Foto: Dokumentasi Google

ACEH UTARA, Selasa (15/07) uaraindonesia-news.com – Harga beras mencapai Rp.250ribu per sak dalam minggu ini, bahkan harga beras Aceh tak menentu dan variatif. Harga tersebut diprediksikan akan terus melambung tinggi, pasal pengawasan dan penyesuaian harga gabah nyaris tak terjadi.

Harga gabah di Aceh hari ini tembus Rp.9.500 per kilogram, ketidak stabilan harga tersebut telah memicu harga beras menjadi liar. Spekalasi dan keresahan public pun muncul, Masyarakat berharap, Bulog harus serius dan tidak main-main dengan harga sembako.

Badan Urusan Logistik (Bulog) Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara mengakui, jumlah stok beras tertinggi dalam sejarah hari ini. Sebanyak 41.500 ton beras masih digudangkan.

“Beras kita saat ini tertinggi dalam Sejarah, mampu bertahan hingga dua tahun ke depan,” kata Kepala Bulog Cabang Lhokseumawe, Muhammad Iqbal baru-baru ini.

Ironinya, ketika capaian produksi gabah dan beras lokal melebihi kapasitas, justru harga beras di pasar menjadi jauh lebih liar dari sebelumnya.

Baca Juga :  Kritisi Pelaksanaan Perades 2024 Kabupaten Pati, PIN-RI : Berpotensi Cacat Hukum

Bulog sempat menyebutkan, pihaknya berhenti menyetok gabah lokal sejak bulan Februari hingga saat ini. Hal itu disebabkan terjadinya peningkatan harga dari petani yang menembusi harga Rp.6.700/Kg.

Muhammad Iqbal yang dihubungi via sambungan Whatsapp, Selasa (15/07/2025) mengatakan Bulog setempat sedang mempersiapkan penyaluran Beras Pangan pengganti program Raskin sebanyak 2.700 ton untuk Masyarakat Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara jatah penyaluran Bulan Juni dan Juli 2025.

“Besok perdana penyaluran beras pangan untuk Kota Lhokseumawe,” katanya.

Sepertinya, bulog juga telah menangguhkan pendistribusian beras ke pusat logistik lokal, yang sebelumnya direncanakan akan didistribusikan beras ke 400 target pasar utama dalam minggu ini.

“Ngak, program beras pangan atau sebelumnya disebut raskin berbeda dengan pendistribusian beras ke pasar utama. Kita hanya akan menyalurkan beras pangan dulu,” tutup Muhammad Iqbal.