Budidaya Tanaman Okra Kian Berkembang di Blora, Berpotensi Jadi Komoditas Ekspor - Suara Indonesia
BeritaEkonomiRegional

Budidaya Tanaman Okra Kian Berkembang di Blora, Berpotensi Jadi Komoditas Ekspor

Avatar of admin
×

Budidaya Tanaman Okra Kian Berkembang di Blora, Berpotensi Jadi Komoditas Ekspor

Sebarkan artikel ini
IMG 20250622 144711
Foto: Suparji ketua kelompok tani Okra Blora.

BLORA, Minggu (22/6) suaraindonesia-news.com – Budidaya tanaman okra (Abelmoschus esculentus), yang juga dikenal dengan sebutan lady finger, kini mulai berkembang secara signifikan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Perkembangan ini tampak dari digelarnya pertemuan sejumlah petani dan tokoh penggerak budidaya okra pada Kamis (19/6) di rumah Simbar Susilo, Ketua Kelompok Tani Okra di Desa Medalem, Kecamatan Kradenan.

Pertemuan yang berlangsung secara informal itu dihadiri oleh Direktur Operasional PT Kelola Agro Makmur, Satwo Sugeng Prayoga; perwakilan pembeli dari Jepang, Hazy Gawa; Koordinator Petani Okra Blora, Suparji; petani dari Desa Turirejo, Parjan; mantan pejabat Blora, Khoirurroziqin; serta Wahyu Guntur, penanggung jawab seleksi mutu buah okra.

Menurut Satwo Sugeng Prayoga, kunjungan ini dilakukan untuk mengevaluasi kualitas tanaman dan buah okra yang dibudidayakan para petani Blora.

“Pengecekan ini sangat penting untuk menentukan apakah produk okra dari Blora layak diekspor ke Jepang atau masih perlu peningkatan kualitas,” ujarnya.

Ia menambahkan, PT Kelola Agro Makmur saat ini memasok produk okra ke Jepang dan Korea Selatan, dengan kapasitas pengolahan mencapai 20 ton per hari. Sekitar 65 persen bahan baku berasal dari Blora. Perusahaan berharap kemitraan dengan petani setempat dapat terus berkembang secara profesional dan berkelanjutan.

Sementara itu, Hazy Gawa menyatakan puas atas hasil pengecekan lapangan. Ia tidak menemukan indikasi kerusakan kualitas pada hasil panen.

“Para petani Blora menunjukkan semangat dan ketekunan yang tinggi dalam menjaga kualitas produksi,” ujarnya.

Koordinator Petani Okra Blora, Suparji, mengaku optimistis terhadap masa depan komoditas ini. Ia menyebut, rata-rata setiap hari dapat membeli lebih dari 10 ton okra dari para petani.

“Animo petani cukup tinggi, mereka mulai melihat budidaya okra sebagai peluang baru untuk meningkatkan kesejahteraan,” katanya.

Simbar Susilo, Ketua Kelompok Tani Okra, menyampaikan bahwa kelompoknya memiliki lahan binaan seluas 50 hektare. Di rumahnya juga disediakan tempat seleksi dan pembelian buah okra. Ia menyebut harga jual okra bervariasi berdasarkan kualitas, mulai dari Rp2.250 hingga Rp5.700 per kilogram.

Parjan, petani dari Desa Turirejo, mengaku telah menanam okra di lahan seluas dua hektare. Ia mengatakan, budidaya okra lebih menjanjikan dibanding tanaman lain yang selama ini ia kelola.

Hal serupa diungkapkan oleh Khoirurroziqin, yang kini mulai menanam okra di lahan satu hektare. Ia menyatakan bahwa selain menjanjikan secara ekonomi, tanaman okra juga memiliki manfaat kesehatan. Di antaranya membantu mengontrol kadar gula darah, mendukung pencernaan, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Ia berharap, budidaya okra di Kabupaten Blora dapat selaras dengan program pembangunan pertanian daerah dan menjadi salah satu komoditas unggulan yang berdaya saing tinggi.