Buang Sial, Balaikota Among Tani Kota Batu ‘Diruwat’

Foto: Balaikota Among Tani

KOTA BATU, Senin (25 September 2017) suaraindonesia-news.com – Selamatan tolak balak dan ruwatan di Balaikota Among Tani (BAT) kota Batu akan dilakukan Pemkot Batu , Senin (16/10) bulan depan, dengan harapan agar pegawai baik Aparatur sipil Negara (ASN) maupun Non ASN, Pejabat dan warga kota Batu, semua terhindar dari malapetaka dan wilayah ancaman bahaya.

Kepala Humas Pemkot Batu Shanti Rahayuningsasi saat ditemui di Kantornya, Senin (25/9) siang mengatakan bahwa tanggal 16 Oktober 2017 Pemkot Batu akan melakukan ruwatan dan selamatan tolak balak dengan harapan agar pemkot Batu terhindar dari musibah dan terhindar dari bencana.

“Selamat itu untuk membuang sial, Hari ini kita melakukan rapat persiapan sekaligus koordinasi dengan dinas-dinas, terkait ruwatan dan selamatan yang akan direncanakan bulan depan itu, agar pelaksanaan ruwatan itu sukses,” Kata Shanti.

Tujuan dari ruwatan itu kata dia untuk membebaskan para pegawai yang berkantor di BAT itu bebas dari bencana, bebas musibah dan para pegawai yang mengabdi di BAT dapat bekerja dengan baik serta ditunjukan jalan yang benar yang diridloi oleh Allah SWT.

Shanti rahayuningsasi kabag humas pemkot Batu
Shanti rahayuningsasi kabag humas pemkot Batu

Lanjut dia, Rencana ruwatan itu juga dibarengi dengan doa bersama yang melibatkan tokoh agama, Kiyai, ulama, tokoh Masyarakat dan para pegawai di lingkungan pemkot Batu.

Baca Juga: Penambang Batu Bara Ilegal Marak, Ini yang Dilakukan Plt Kasat Pol PP Lebak

“Sementara ini Kita belum bisa memastikan, siapa orang yang melakukan ruwatan itu karena sekarang kita masih lagi koordinasi dengan orang yang mengetahui nama-nama yang bisa melakukan ruwatan, misalnya ki Kondo Buwono dan Ki Joko setiyo,” jelas Shanti

Ruwatan ini dilakukan Pemkot Batu selain terhindar dari bencana juga untuk membuang sial, pasalnya dalam satu tahun terakhir ini Pemkot Batu selalu dirudung duka, Ahmad Suparto yang ditunjuk walikota Batu Eddy Rumpoko sebagai Plt Sekda juga tidak genap satu tahun, Laki-laki 52 tahun ini harus meregang nyawa usai bermain futsal dengan para wartawan dan para pegawai pemkot Batu di gedung Olah raga Gajahmada Kota Batu.

Berikutnya, Walkota Batu Eddy Rumpoko yang akan mengakhiri jabatannya tanggal 28 Desember 2017, harus berakhir di tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Secara mendadak orang nomor satu di Pemkot Batu itu terkena Operasi tangkap tangan (OTT), ia ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka atas dugaan kasus mebeler sebesar Rp 500 juta.

Selain itu, sumber yang tidak mau disebutkan namanya juga mengatakan bahwa sialnya Pemkot Batu itu gara-gara BAT belum diresmikan, bahkan ada kabar akan diresmikan oleh Presiden Jokowi ternyata hingga sekarang belum ada kabar pasti. (Adi Wiyono)


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here