Buah Durian Bantu Perekonomian Masyarakat, Ini Saran Anggota DPRD Kabupaten Nias

oleh -132 views
Badurani Waruwu, anggota DPRD Kabupaten Nias saat meninjau langsung masyarakatnya yang memiliki buah durian.

NIAS, Minggu (10 Desember 2017) suaraindonesia-news.com – Kulit berduri isinya enak, itulah kalimat yang sering dijadikan pepatah, ternyata jawaban pepatah itu adalah buah durian.

Buah musiman ini beberapa minggu terakhir sedang banyak di Kabupaten Nias, bahkan jika kita melewati pasar Gunungsitoli dan sekitarnya buah durian berjejer di samping trotoar jalah dengan harga yang cukup terjangkau.

Setelah di telusuri ternyata buah durian ini berasal dari beberapa Desa di Kabupaten Nias, seperti Lalai, Botombawo, serta beberapa desa lainnya.

Penasaran bagaimana duruian ini bisa sampai di beberapa Kota termasuk Kota Gunungsitoli tim media ini menelusuri sampai di perdesaan.

Desa Botombawo, Kecamatan Hiliserangkai, Kabupaten Nias dimusim ini adalah salah satu desa penghasil durian. Untuk bisa mendapatkan durian pemilik pohon wajib menjaga pohan duriannya setiap saat termasuk pada malam hari untuk mengumpulkan durian yang jatuh dari pohon.

Pada pagi harinya, pemilik durian yang sudah mengumpulkan duriannya pulang kerumah masing masing dan meletakan durian yang berhasil dikumpulkannya di depan rumah untuk selanjutnya di jual kepada siapa saja yang mau membeli.

Para pembeli durian datang dengan berbeda beda cara untuk membeli, ada yang membeli untuk dia makan langsung di tempat, ada juga yang membeli dengan membawa kerumah untuk keluarga dan ada juga yang membeli dalam jumlah banyak lalu dia jual kembali secara eceran kepada orang lain bahkan beberapa diantara pembeli juga membeli dalam jumlah banyak untuk dijadikan dodol atau dikirim di beberapa Kabupaten/Kota di Nias serta ada juga yang dijual di luar Pulau Nias.

Arman Waruwu, pemilik durian yang baru saja datang dari kebun dengan membawa puluhan durian mengatakan berkat buah durian ini kebutuhan ekonomi keluarganya terbantu.

“Musim durian ini membawa berkat tersendiri buat kami, hampir setiap hari saat musim ini kami bisa mendapatkan durian 20 buah perhari dan jika itu kami jual kami bisa mendapatkan biaya kebutuhan rumah lainnya seperti beli beras, ikan, membayar uang sekolah anak, serta pengeluaran lainnya,” turut Arman dengan muka senyum.

Masih di desa Botombawo, Badurani Waruwu, SE anggota DPRD Kabupaten Nias itu yang sedang melihat langsung warganya yang mempunyai buah durian menyampaikan pesannya melalui media ini.

“Buah durian Nias ini memang sangat berbeda rasanya dengan buah durian di daerah lain, durian Nias sangat enak dan lezat sehingga banyak orang dari luar Pulau Nias selalu memburu durian Nias, untuk itu saya ajak Pemerintah Nias agat menfasilitasi masyarakatnya dalam mengelola buah hasil kebunnya agar buah durian bisa menjadi oleh oleh khas Nias,” Ajak politisi Partai PKP Indonesia itu.

Lebih lanjut Badurani mengajak masyarakat Nias agar tidak memotong pohon durian lagi untuk di jadikan papan atau sejenisnya.

“Saya mengharap agar masyarakat dapat memelihara pohon duriannya masing masing dan jangan lagi memotong pohonnya untuk di jadikan papan atau bahan bagunan lainnya,” terang Anggota DPRD dapil II itu. (T2g/Jie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *