BPR Blora Artha Targetkan Kejar Asset Rp 100 M

oleh -12 views
Direktur Utama BPR Blora Artha, Arief Syamsuhuda dan Bupati Blora H. Djoko Nugroho Saat Gelar Lauching dan Peresmian Perumda BPR Bank Blora Artha. Jumat (12/6/2020).

BLORA, Jumat (12/6/2020) suaraindonesia-news.com – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Blora, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Blora Artha setelah resmi berubah nama, bercita cita targetkan kejar asset menjadi Rp.100 Miliar, BPR yang awal mulanya bernama BPR Blora ini, saat ini berubah menjadi BPR Blora Artha, diresmikan langsung oleh Bupati Blora, H. Djoko Nugroho, Jumat (12/6/2020).

Dalam Hal ini Arief Syamsuhuda direktur Utama Perumda BPR Bank Blora Artha menjelaskan, perubahan nama itu dilakukan berdasarkan Pasal 5 PP 54 Tahun 2017, kemudian POJK no.20/POJK.03/2014 tentang BPR, Perda Kabupaten Blora Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perumda BPR Bank Blora Artha, Salinan SK OJK KR 3 No. KEP-77/KR.03/2020 tanggal 18 Mei 2020 tentang Persetujuan Atas Pengalihan Izin Usaha dan Perubahan Nama BPR.

“Perlu diketahui bahwa sesuai amanah PP Nomor 54 tahun 2017 Pasal 5, perlu adanya penyesuaian dan perubahan bentuk badan hukum BPR milik Pemerintah Daerah/Kota yang semula berbentuk Perusahaan Daerah menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) atau Perseroan Daerah (Perseroda). Atas hal tersebut, Perusda BPR Blora diubah badan hukum dan namanya menjadi Perumda BPR Bank Blora Artha, dengan sebutan Bank Blora Artha. Saham 100 persen milik Pemkab Blora,” ucap Arief.

Dengan adanya perubahan badan hukum dan nama ini, dia berharap masyarakat bisa lebih mengenali dan memberikan semangat baru kepada seluruh jajaran direksi untuk meningkatkan kontribusinya dalam menyukseskan pembangunan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Blora. Dia mengaku lebih mempriroritaskan pemberian pinjaman kepada sektor UMKM agar lebih berdaya guna dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produknya.

“Semoga dengan nama baru di tahun 2020 ini, Perumda BPR Bank Blora Artha tetap bisa mempertahakan posisi prestasi tersebut, dan asetnya semakin meningkat. Paling tidak hingga Rp 100 miliar lebih. Pendapatan yang disetorkan ke kas daerah pun bertambah, jika sebelumnya 50 persen, kini 55 persen,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Blora, Djoko Nugroho, minta supaya mengutamakan masyarakat kecil sebagai nasabahnya.

“Berikan pinjaman berbunga rendah agar sektor ekonomi bawah bisa tumbuh. Berikan pelayanan yang ramah,” ucap Bupati.

Kedepan, kata dia, dividen (keuntungan/laba) yang akan diterima Pemkab Blora akan dikembalikan lagi ke Bank Blora Artha sebagai stimulus keringanan bunga pinjaman bagi para nasabah, khususnya nasabah dari sektor UMKM sehingga bisa membantu meringankan bunga angsuran bagi masyarakat kecil.

Reporter : Lukman
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *