BPJS Kesehatan Sosialisasikan Informasi JKN – KIS di Desa Hilimbaruzo

oleh -19 views
Suasana saat sosialisasi di Desa Hilimbaruzo, Kecamatan Gunungsitoli.

GUNUNGSITOLI, Kamis (3/6/2021) suaraindonesia-news.com – Kunjungi Desa Hilimbaruzo, BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli berikan informasi tentang Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) kepada masyarakat. Pemberian informasi langsung merupakan salah satu kanal layanan informasi bagi peserta dalam mendapatkan informasi tentang Program JKN-KIS.

Sehingga pemahaman masyarakat tentang Program JKN-KIS merata diberbagai daerah. Dengan mematuhi protokol kesehatan, masyarakat di Desa Hilimbaruzo, Kecamatan Gunungsitoli antusias dalam mengikuti sosialisasi tersebut.

Dalam kunjungannya, Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta (KPP) BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli, Renniala Bondar menyampaikan terima kasih atas dukungan kepala desa dan aparatur Desa Hilimbaruzo yang sudah mengarahkan masyarakat untuk ikut serta dalam sosialisasi Program JKN-KIS. Menurutnya sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat agar mendapatkan informasi yang lengkap dan benar.

“Masyarakat harus tahu dan paham akan kebijakan serta aturan layanan JKN-KIS, karena kebutuhan jaminan kesehatan ini merupakan hak dasar yang sangat dibutuhkan serta bersentuhan langsung dengan keseharian masyarakat,” kata Renni.

Lebih lanjut Renni menyampaikan bahwa BPJS Kesehatan secara berkesinambungan telah berupaya memberikan informasi kepada masyarakat, baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Dengan harapan terciptanya keseragaman informasi dan pemahaman mengenai Program JKN-KIS.

“Upaya pemerataan informasi merupakan tantangan bagi kami sebagai badan penyelenggara jaminan kesehatan nasional khususnya di Kepulauan Nias. Keterbatasan akses dan persebaran penduduknya yang berada di pulau-pulau, menjadi tantangan yang terus kami kerjakan,” jelas Renni.

Dalam paparan materinya, Renni menjelaskan bahwa program JKN-KIS merupakan bentuk perlindungan hak asasi yang diberikan oleh pemerintah melalui sistem jaminan kesehatan. Menurutnya, menjadi peserta Program JKN-KIS merupakan kewajiban bagi warga negara Indonesia, termasuk bagi warga negara asing yang berada di Indonesia minimal 6 (Enam) bulan, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS.

Lebih lanjut, Renni menjelaskan pemenuhan hak atas jaminan kesehatan harus diiring dengan kepatuhan menjalankan kewajiban peserta JKN-KIS yang salah satunya adalah pembayaran iuran Program JKN-KIS secara rutin dan tepat waktu. Besaran iuran JKN-KIS di atur dalam Peraturan Presiden dengan memperhatikan aspek kemampuan masyarakat dan standart kualitas layanan kesehatan melalui perhitungan yang rasional.

“Dalam penyelengaraan Program JKN-KIS, kedepannya tentu akan ada penyesuaian iuran. Dampak dari penyesuaian iuran ini bermuara terhadap kualitas layanan kesehatan, pembayaran klaim tepat waktu, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, terpenuhinya standart layanan, peningkatan ruang rawat, ketersediaan alat kesehatan dan obat-obatan, serta kemudahan layanan,” tutur Renni.

Kepala Desa Hilimbaruzo Sumarni Harefa menyampaikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli yang telah memberikan informasi penting secara langsung kepada masyarakat di desanya. Menurutnya upaya ini merupakan langkah yang sangat baik untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya jaminan kesehatan dan manfaat Program JKN-KIS.

“Sosialisasi ini memberikan keleluasaan bagi peserta JKN-KIS dalam mendapatkan informasi, sehingga tersampaikan secara lengkap kepada masyarakat. Tentunya kegiatan ini layak mendapatkan apresiasi karena manfaatnya juga luar biasa baik,” tutup Sumarni.

Reporter : Topan
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *