BPJS Kesehatan Gandeng Kejaksaan Negeri Nias Selatan Tegakkan Kepatutan Badan Usaha Peserta JKN-KIS

oleh -98 views
BPJS Kesehatan dan Kejaksaan Negeri Nias Selatan saat melakukan kepatutan badan usaha peserta JKN.

NIAS SELATAN, Senin (4/10/2021) suaraindonesia-news.com – Demi meningkatkan komunikasi dan koordinasi dalam rangka perluasan peserta Program JKN-KIS, penegakan regulasi nasional, dan upaya peningkatan kualitas pelayanan, BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli menggelar Forum Koordinasi Pengawasan dan Pemeriksaan Kepatuhan Kabupaten Nias Selatan Semester II Tahun 2021.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri Nias Selatan, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli, Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Kejaksaan Negeri Nias Selatan, Kepala Bidang Perluasan, Pengawasan, dan Pemeriksaan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli, dan Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Nias Selatan pada.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli, Mahyuddin dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang terjalin secara berkesinambungan antara BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli dengan Kejaksaan Nias Selatan. Ia menyampaikan kerja sama ini telah membantu BPJS Kesehatan dalam menegakkan kepatuhan badan usaha dan regulasi JKN, sehingga diharapkan dapat mewujudkan program JKN-KIS yang berkualitas dan berkesinambungan.

“BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli dan Kejaksaan Nias Selatan telah menandatangani perjanjian kerja sama yang tujuannya untuk mewujudkan program JKN-KIS yang berkualitas melalui pemberian bantuan hukum, pertimbangan hukum, peningkatan kompetensi teknis SDM, dan tindakan hukum lain dalam hak perdata dan tata usaha negara. Kerja sama ini kami harapkan mampu memberikan kepastian hukum, kemanfataan, dan keadilan bagi terselenggaranya program ini. Tentu muaranya ialah perbaikan kualitas layanan bagi peserta JKN,” tutur Mahyuddin.

Lebih lanjut, Mahyuddin menyampaikan pencapaian peserta JKN-KIS di Kabupaten Nias Selatan dan kepatuhan badan usaha di Kabupaten Nias Selatan. Ia melaporkan, sampai dengan bulan Juni 2021 jumlah penduduk di Kabupaten Nias Selatan berjumlah 367.473 jiwa penduduk dan jumlah peserta JKN-KIS bulan Juli 2021 berjumlah 261.231 jiwa penduduk atau 71,09% dari jumlah penduduk Kabupaten Nias Selatan. Ia menambahkan, dari 8 badan usaha yang dilakukan kunjungan kepatuhan, terdapat 7 badan usaha yang belum patuh melakukan pendaftaran pekerja dan belum patuh membayar iuran JKN-KIS.

“Harapan kami tentunya semua penduduk di Kabupaten Nias Selatan dapat terdaftar menjadi peserta JKN-KIS. Jaminan kesehatan ini adalah kebutuhan dasar setiap orang, sehingga bisa mengakses layanan kesehatan dikala sakit. Bersama dengan Kejaksaan Negeri Nias Selatan dan pemerintah daerah, kami berharap dapat mendorong dan mengedukasi masyarakat akan pentingnya jaminan ini,” ungkapnya dalam paparan materi.

Kepala Kejaksaan Negeri Nias Selatan, Mukharom menyampaikan dukungan atas terselenggaranya Program JKN-KIS demi terwujudnya masyarakat yang sehat dan memiliki perlindungan kesehatan. Menurutnya seluruh pihak wajib menyukseskan program JKN-KIS, karena peraturan perundang-undangan sudah mengamanatkan demikan, termasuk kewajiban pemberi kerja dalam mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta JKN-KIS.

“Kami akan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan pemerintah daerah dalam menegakkan kepatuhan pemberi kerja guna memberikan perlindungan kesehatan bagi pekerja melalui program JKN-KIS. Undang – Undang 24 Tahun 2011 tentang BPJS telah mengamanatkan bahwa kepeserta JKN-KIS bersifat wajib. Tidak ada tawar menawar akan ketentuan ini dan kami siap menjalankan fungsi kepatuhan ini,” tutur Mukharom.

Reporter : Topan
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *