Reporter: T2g
Gunungsitoli, 20/08/2016 (suaraindonesia-news.com) – Semua Rumah Sakit yang ada di wilaya Pulau Nias tak ada ketersediaan darah untuk di gunakan kepada setiap pasien yang membutuhkan trasfungsi darah, hal ini tentunya membuat setiap keluarga pasien yang membutuhkan transfusi darah merasa kesulitan mendapatkan darah, tak jarang juga dari pasien yang daerahnya jauh dari Gunungsitoli otomatis harus mencari darah.
Pernyataan tersebut disampaikan salah satu keluarga pasien RSUD Gunungsitoli kepada awak media beberapa waktu lalu dan meminta namanya tidak dicantumkan.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli, Rudhy Suksmawan Hardhiko, Ssi, Apt, AAK di kantornya, Ia menjelaskan pelayanan di era JKN ini cangkupannya banyak, salah satunya pelayanan di rumah sakit, dan saat ini yang paling urjen di Pulau Nias adalah ketersediaan darah, dimana semua rumah sakit yang ada di wilayah pulau Nias tak ada ketersediaan darah.
“Dari keluhan-keluhan yang masuk ke kami memang banyak sekali yang mengeluh ketika pasien harus memerlukan transfusi darah yang sifatnya segera. Solusio untuk itu tidak lain adalah adanya bank darah yang dipersiapkan oleh PMI,” jelasnya.
Dilanjutkanya, kemarin saya sudah sampaikan di forum kendali mutu kendali biaya yang diketuai oleh dr. Fatolosa dan di hadiri juga oleh ketua IBI yang kebetulan istri dari Walikota Gunungsitoli, dikesempatan itu saya juga sudah sampaikan bahwa darah ini segerah harus ada solusi karena sifatnya sangat mendesak.
Pemerintah daerah berkewajiban untuk menyiapkan darah melalui bank darah dari PMI di daerah masing-masih, untuk itu pihak BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli berencana akan menyurati segera kepala daerah perihal harus adanya bank darah di Pulau Nias tentu melalui keberadaan PMI, begitu juga dengan PMI Profinsi kita akan segera menyuratin mereka dan bahkan ke PMI pusat akan kita suratin, tutur Rudhy.












