Reporter : Adi Wiyono
Kota Batu, suaraindonesia-news.com – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Mojokerto wilayah kerja Jawa Timur untuk Malang Raya saat ini kekurangan juru kunci atau juru pelihara (Juper) situs purbakala di wilayah Malang Raya, sebanyak 19 candi hanya terdapat 8 candi yang ada juru peliharanya. Itupun masih kekurangan juru pelihara.
Suryadi salah satu juru pelihara situs purbakala di Malang Raya saat ditemui, Minggu (24/4/2015) di Taman rekreasi selecta kota Batu mengatakan BPCB untuk Mlang raya sekarang ini kekurangan penjaga situs purbakala delapan lokasi.
“Kekurangan tenaga atau juru pelihara itu selain factor purna tugas atau pensiun juga karena penjaga di situs purbakala itu jumlahnya sangat tidak ideal atau kurang memadahi di delapan lokasi,” kata Suryadi.
Lelaki yang akan memasuki pensiun pada bulan Desember 2016 ini menyebut ada delapan candi di Malang raya ini kekurangan juru pelihara, diantaranya candi Singosari, candi jago, candi badut, candi songgoriti, candi kidal dan candi sumber awan.
“Juru pelihara di candi singosari, misalnya itu hanya dijaga oleh lima orang, padahal edealnya itu dijaga 8 orang, sementara di candi badut hanya dijaga tiga orang yang mestinya harus dijaga enam orang. Ini mengingat luas areal dan tanggung jawabnya,” kata dia.
Dengan penambahan tenaga itu diharapakan dapat menjaga dan merawat agar kondisi Cagar Budaya tetap lestari dengan penambahan juru pelihara, kata dia mereka bisa melakukan pengawasan dan pemeliharaan secara maksimal.
Oleh sebab itu dengan penambahan tenaga baru itu menurut dia, mereka selain melakukan pemeliharaan ditempat tugas, mereka juga bisa melakukan perawatan dan pemeliharaan di 11 dari 19 situs purbakala di Malang raya yang selama ini terkesan tidak rawat.
Sedang Hariyoto Koordinator BPCB Malang raya mengatakan penambahan Juru pelihara itu bisa diambilkan dari PNS maupun Tenaga honorer, asal juru pelihara itu memiliki kemampuan yang memadahi.
Juru pelihara yang dimaksud itu kata Hariyoto, harus benar-benar bisa merawat secara baik, selain itu mereka nantinya bisa menjelaskan ketika pengunjung datag ke situs purbakala menanyakan terkait situs yang dikunjungi tersebut.
“Istilahnya bisa menjadi guide atau menjelaskan asal usul peningggalan candi tersebut, maka dari itu orang yang nantinya menjaga situs purbakala itu dituntut SDM nya yang tinggi” Kata Hariyoto yang juga menjadi juru pelihara jandi Songgoriti Kota Batu.












