BPBD Sampang Minim Program Respon Cepat Darurat Bencana

oleh -49 views
Foto : Asroni, Kepala BPBD Kabupaten Sampang yang baru dilantik berencana menaikkan anggaran respon cepat darurat bencana TA 2022 menjadi 100 kegiatan fisik. (Foto: Nora/SI).

SAMPANG, Jumat (15/1/2021) suaraindonesia-news.com – Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang pada Tahun Anggaran 2021 ini sangat minim program respon cepat ke daruratan bencana. Padahal, program darurat bencana sangat penting dan dibutuhkan untuk meminalisir dan menanggulangi terjadinya bencana alam.

Data yang diterima suaraindonesia-news.com, TA 2021 BPBD Sampang hanya mempunyai 24 fisik untuk kegiatan respon cepat darurat bencana dengan nilai Rp 40 juta/ kegiatan darurat bencana. Sangat minim dan kurang karena wilayah Kabupaten Sampang ada 14 kecamatan dan 186 desa/kelurahan.

“Saya menjabat kepala BPBD Sampang, program respon cepat darurat bencana jumlahnya ada 24 kegiatan dengan nilai Rp 40 juta/ fisik. Saya hanya menjalankan dan mengamankan yang sudah ada agar bermanfaat bagi masyarakat yang daerahnya terjadi bencana bisa teratasi dengan baik,” jelas Asroni yang baru dilantik jadi Kepala BPBD Sampang.

Dikatakannya, jumlah 24 kegiatan fisik darurat bencana tersebut sangat minim. Untuk itu, pada Tahun Anggaran 2022 mendatang, pengusulan program respon cepat darurat bencana BPBD Sampang akan dinaikkan menjadi 100 kegiatan fisik. Sehingga, dapat menanggulangi dan meminalisir masalah darurat bencana.

Lebih jauh Asroni menjelaskan, jika ada laporan dari masyarakat terjadi bencana langsung direspon dengan dilakukan survei lapangan oleh petugas dari BPBD bersama dinas tekhnis terkait DPRKP. Tujuannya, jika hasil survei lapangan atas bencana yang terjadi membutuhkan anggaran besar, maka penyelesaian selanjutnya diberikan pada dinas tekhnis terkait.

“Karena anggaran yang ada di BPBD ini hanya untuk kedaruratan bencana. Untuk itu, BPBD dalam melakukan survei lapangan bersama dinas terkait DPRKP. Tujuannya, jika terjadi bencana dengan kondisi parah dan membutuhkan biaya besar untuk kelanjutan pembangunannya diserahkan pada dinas tekhnis terkait,” pungkasnya.

Reporter : Nora
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *