BPBD Kabupaten Pamekasan Tambah Wilayah Tangguh Bencana

oleh -47 views
Suasana sosialisasi saat berlangsung di Gedung PKPN Jalan Kemuning. Kamis (29/03).

PAMEKASAN, Kamis (29/03/2018) suaraindonesia-news.com – Untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musibah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memperluas gerakan mitigasi bencana yang diadakan di Gedung PKPN Jalan Kemuning. Kamis (29/03).

Penambahan wilayah tangguh bencana diawal tahun 2018 kali ini meliputi tiga desa dan dua kelurahan yakni Desa Lemper, Sumedangan, Jalmak serta Kelurahan Barurambat Timur (Bartim) dan Kanginan.

Perlu diketahui, sebelumnya ditahun 2016, BPBD membentuk dua desa/kelurahan tangguh bencana yakni Kelurahan Gladak Anyar dan Patemon sedangkan ditahun 2017 dengan tiga Wilayah meliputi Kelurahan Jungcangcang, Parteker serta Desa Laden.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Musahwi mengatakan bahwa sosialisasi dalam penambahan pembentukan desa/kelurahan tangguh bencana merupakan kegiatan untuk mendorong terwujudnya masyarakat desa/kelurahan tangguh dalam menghadapi bencana yang lebih terarah, terpadu dan terorganisasi.

“Selain itu juga mendorong sinergi untuk saling melengkapi dengan program yang sudah ada di desa/kelurahan dengan tujuan melindungi masyarakat yang tinggal dikawasan rawan bencana dan meningkatkan peran serta masyarakat,” katanya.

Sementara itu dalam sambutannya Wakil Bupati Pamekasan yang dibacakan Kalaksa BPBD Pamekasan Akmalul Firdaus memberikan apresiasi atas adanya kegiatan sosialisasi penambahan pembentukan desa/kelurahan tangguh bencana di Pamekasan.

Menurut Wabup, ada beberapa hal yang perlu ditekankan dalam kegiatan sosialisasi kepada para peserta diantaranya, bahwa kegiatan ini adalah aktifitas peningkatan kapasitas desa/kelurahan dalam mengurangi resiko bencana.

“Sehingga desa/kelurahan tangguh bencana memiliki kemampuan mandiri dengan partisipasi aktif dari masyarakatnya untuk beradaptasi menghadapi potensi ancaman bencana. Sementara lurah/kades sebagai koordinatornya, karena setiap area menjadi tanggung jawab banyak komponen,” ujarnya.

Lebih lanjut Wabup melalui Akmalul Firdaus berharap agar para camat dan forpimka untuk memberikan dukungan yang maksimal terhadap pelaksanaan pembentukan desa/kelurahan tangguh bencana.

“Sehingga desa/kelurahan tangguh bencana ini benar-benar dapat memaksimalkan fungsinya dalam melayani dan melindungi masyarakat,” ungkap Wabup melalui Kalaksa BPBD.

Adapun peserta sosialisasi yang diikuti 150 orang tersebut meliputi perwakilan OPD terkait, Forpimka kecamatan kota dan Pademawu serta lurah dan kepala desa bersama warganya yang akan menjadi desa/kelurahan tangguh bencana.

Tampak hadir dalam acara tersebut Forpimda Kabupaten Pamekasan, Kepala BPBD Jatim beserta fasilitator desa tangguh bencana dan pimpinan OPD terkait lainnya.

Reporter : May/Ita
Editor : Amin
Publisher : Imam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *