Bocah 11 Tahun Terima Bantuan Dari Pj Bupati Sampang, Ternyata Bukan Gizi Buruk

oleh -186 views
Pj Bupati Sampang Jonathan Judianto saat memberikan bantuan dan mendengarkan keterangan dari TKSK Kecamatan Omben di rumah Khoirun Nisa

SAMPANG, Minggu (01/07/2018) suaraindonesia-news.com – Khoirun Nisa bocah perempuan berusia 11 tahun, warga Dusun Sangsang, Desa Omben, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, ternyata bukan mengalami gizi buruk akan tetapi mempunyai penyakit Serba Pase atau pada waktu kecil sering kejang. Dengan keterbatasan ekonomi keluarga membuat bocah tersebut tidak bisa berobat secara rutin.

Khoirun Nisa merupakan anak dari pasangan Abdus Salam (50) dan Sumaniyah (48). Bocah yang seharusnya sudah bermain bersama anak seusianya harus rela terbaring di atas tempat tidur dan hanya menangis merengek kesakitan lantaran anggota tubuhnya yang tak bisa digerakkan.

Dengan viralnya di media membuat Pj Bupati Sampang Jonathan Judianto mengunjungi dan memberikan bantuan atas nama Pemerintah Kabupaten Sampang Madura Jawa Timur yang di dampingi Ibu Anna Jonathan serta Kadinkes Firman Setia Abadi dan Kadinsos Sampang Moh Amiruddin ke rumah Abdus Salam. Minggu (1/7/2018).

Pj Bupati Sampang Jonathan Judianto kepada awak media mengatakan sejak umur 8 bulan Nisa mengalami step atau panas sehingga mengalami kejang-kejang sehingga syarafnya yang kena. Dengan itu Pemerintah Kabupaten Sampang dengan kondisi keluarga yang terbatas dan harus dibantu.

Pj Bupati Sampang Jonathan Judianto saat menggendong Khoirun Nisa di rumahnya di dampingi Ibu Anna Jhonatan.

“Sebetulnya bukan gizi buruk melainkan kelainan bawaan sehingga asupan makanan kepada Nisa tidak masuk dan kewajiban Pemerintah untuk memberikan bantuan kepada keluarga tidak mampu,” terangnya.

Jonathan mengintruksikan kepada pihak terkait yaitu Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten Sampang untuk membantu kepada keluarga tak mampu seperti Khoirul Nisa, tegasnya.

Sementara dr Lusi menjelaskan sebetulnya penyakit Khoirun Nisa adalah Serba Pase, kejadian waktu kecil sering kejang dan bisa mengalami lumpuh. Dengan itu, Dinkes akan melakukan perawatan dini dengan cara – cara medis seperti di ajari biar tangannya tidak kontraktur.

“Dengan itu Dinkes akan melakukan perawatan dini dan di ajari tangannya supaya tidak kontraktur dan kedepannya bisa mandiri,” jelasnya.

Menurut Moh Amiruddin Kepala Dinsos Kabupaten Sampang, keluarga Abdus Salam adalah keluarga yang sudah mempunyai Kartu Indonesia Sehat (KIS) akan tetapi kedua anaknya termasuk Khoirun Nisa tidak mempunyai KIS.

“Dinsos akan membantu pembuatan KIS dan tahun ini Khoirun Nisa sudah terdata mendapatkan bantuan Tuna Daksa melalui anggaran APBD Sampang yang di usulkan oleh Pendamping TKSK Kecamatan Omben,” tuturnya.

Reporter : M2t
Editor : Amin
Publisher : Imam

Tinggalkan Balasan