Bobol Mesin ATM, Pelaku Ini Gasak 2,4 M, Sempat Jadi Sultan Keliling Wisata di Bali dengan Helikopter

oleh -3,683 views
Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yusuf Sutejo menunjukkan pelaku dihadapan wartawan Kamis, (17/2/2022).

BALIKPAPAN, Kamis (17/2/2022) suaraindonesia-news.com – Pelaku pembobol mesin ATM milik Bank BRI berinisial AT (29) asal Kota Samarinda kini tinggal meratapi nasib di balik jeruji besi sel tahanan Mapolda Kaltim setelah ditangkap Subdit III Jatantras Ditreskrimum Polda Kaltim pada (5/1/2022) lalu.

Pelaku membobol mesin ATM setoran tunai milik Bank BRI yang berlokasi di tiga wilayah yakni di Kabupaten Kutai Barat, Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda.

Tak tanggung-tanggung, dari hasil kejahatannya itu, pelaku berhasil menggasak uang hingga 2,4 miliar rupiah yang dilakukannya sejak bulan September 2021 – Januari 2022.

Hasil dari kejahatannya itu, pelaku menggunakannya untuk biaya hidup sehari-hari dan berfoya-foya. Bahkan sebelum ditangkap, pelaku sempat bergaya bak seorang sultan. Ia mengelilingi tempat-tempat wisata di Bali menggunakan helikopter yang disewanya.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yusuf Sutejo menjelaskan, pelaku beraksi seorang diri. Pelaku berprofesi sebagai penerima jasa perbaikan atau perawatan mesin ATM.

“Pelaku setiap ada perbaikan mesin ATM sekaligus mencuri uang yang ada di dalamnya tanpa merusak mesin ATM. Pelaku mengambil uang dengan cara yang telah dipelajarinya,” ujar Yusus saat press release di Mapolda Kaltim Kamis, (17/2/2022).

Namun Yusuf enggan menjelaskan terkait dengan teknis pelaku saat menggasak uang di dalam mesin ATM, lantaran khawatir kejadian tersebut diikuti oleh pelaku-pelaku lain.

“Kita tidak mungkin mengungkap secara teknis ya, bagaimana pelaku mengambil uang di dalamnya, karena kita khawatir kejadian ini bisa diikuti pelaku-pelaku lainnya,” kata Yusuf.

Menurut Yusuf, pelaku berhasil menggasak uang dalam mesin ATM dengan mudah lantaran pelaku memiliki pengalaman.

“Pelaku ini sudah punya pengalaman, karena sebelumnya pernah bekerja di salah satu perusahaan teknisi peralatan dan perbaikan mesin ATM,” ucapnya.

Terungkapnya kasus ini, kata Yusuf, setelah pihak Bank BRI mengetahui adanya keganjalan di mesin ATM pada saat terjadi setoran tunai.

“Ini terjadi di mesin ATM setoran tunai. Jadi, setiap ada setoran tunai, di mesin ATM itu sistemnya masuk, tapi fisiknya (uangnya) tidak ada. Hal itu berlangsung selama kurang lebih tiga bulan di 6 lokasi di tiga wilayah, pelaku melakukannya secara berulang,” ungkapnya.

Lebih jauh Yusuf mengatakan, selama tiga bulan pelaku beraksi, pihak bank belum pernah melaporkan kejadian tersebut. Sebab, belum ditemukannya kerusakan secara fisik terhadap mesin ATM dan belum adanya kecurigaan terhadap pelaku.

Pihak bank melaporkan kasus tersebut pada tanggal 29 Desember 2021 lalu ke Polda Kaltim setelah adanya kecurigaan terhadap pelaku.

Kemudian Subdit III Ditreskrimum Polda Kaltim melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap pelaku saat melakukan perbaikan sekaligus melakukan pencurian di mesin ATM Bank BRI Unit Citra Niaga, Kota Samarinda.

“Pelaku kita pantau melalui CCTV yang ada diruang mesin ATM, setelah kita mengetahui modusnya dan pelaku sudah mulai beraksi langsung kita tangkap,” ujar Yusuf.

Barang bukti yang berhasil diamankan Subdit III Ditreskrimum Polda Kaltim diantaranya 1 unit hanphone merk Iphone 13 Pro Max, 1 unit kendaraan roda dua Yamaha X-Max warna hitam KT 3153 BAD, 1 buah helm Shoei, sepasang sepatu merk nike air jordan, 1 buah tas merk Guess warna hitam, 1 unit TV LED merk Sony ukuran 55 inch, 2 buah besi pengaman kotak uang atau box kaset, 1 buah obeng warna orange.

Kemudian uang tunai senilai 14.100.000 dan 9.000.000, 1 buah ATM BCA, 1 buah ATM BRI, 1 buah ATM Britama serta buku tabungan, 1 lembar bukti pembayaran ditempat hiburan malam Dejavu senilai 10.577.000, 1 lembar bukti pembayaran belanja di FLI Jalan Nusa Dua Selatan, Bali senilai 12.915.000.

Selanjutnya, 1 lembar bukti pembayaran di Cafe Dell Mar Bali senilai 3.864.000, 1 lembar bukti pembayaran belanja di Zara Beachwalk, Bali senilai 3.299.500, 1 lembar bukti pembayaran pembelian oleh-oleh di Srimpi Bali senilai 1.873.000, 1 lembar bukti pembayaran makan dan minum di Informa Big Mall Samarinda senilai 2.356.000.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP ayat (1) ke 5e jo Pasal 64 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang dilakukan secara berulang ditempat berbeda dengan ancaman hukuman 8 tahun penjara.

Reporter : Fauzi
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan