Boat Tabrak Jaring Pukat, Seorang Nelayan Asal Julok Tewas Tenggelam

oleh -626 views
Tim Evakuasi Polair Polres Aceh Timur dibantu Basarnas, TNI dan PPNI Aceh Timur sedang mengangkat jenazah nelayah yang tenggelam dilaut.

ACEH TIMUR, Minggu (09/08/2020) suaraindonesia-news.com – Diduga menabrak jaring pukat, seorang nelayan Hasmiyuddin (52) Alias Apa Radak asal Desa Blang Gleum, Kecamatan Julok, Aceh Timur, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam.

Menurut Kapolres melalui Kasat Polair Polres Aceh Timur Iptu Zainurrusyidi, SH menyampaikan kepada Media ini Minggu (09/08). Musibah tersebut terjadi Sabtu (08/08) sekira pukul 10.30 WIB di perairan Kuala Idi jarak 19 mil dari bibir pantai.

“Peristiwa ini bermula saat anggota piket Satpolairud Polres Aceh Timur memperoleh informasi adanya penemuan mayat di tengah laut yang ditemukan oleh para nelayan Kecamatan Idi Rayeuk,” kata Kasat Polair.

Selanjutnya kata Kasat, anggotanya lansung berkoordinasi dengan pihak terkait diantaranya: Basarnas Kab Aceh Timur, TNI AL dan Pihak PPN Idi Rayeuk.

“Menurut keterangan dari pawang / Nahkoda KM RAUDAH GT 45. No 181/QQ9.N.2019. No 587, Abdul Hakim pada saat itu boat Hasmiyuddin dalam keadaan hidup dan masuk kedalam jaring/pukat yang sedang dilabuh/pasang, selanjutnya boat kemudian menabrak jaring atau pukat,” jelas Iptu Zainur.

Lanjutnya, Abdul Hakim melihat almarhum sudah dalam keadaan posisi telungkup ke samping kiri, kemudian Abdul Hakim memastikan bahwa jenazah/mayat sudah meninggal dunia.

“Abdul Hakim langsung menarik Boat / perahu pancing jenis boat oskadon tersebut dimana terhadap jenazah almarhum. Jenazah almarhum tiba dari tengah laut ke TPI Kuala Idi pada pukul 00.30 WIB dan langsung disemayamkan di rumah duka,” terang Iptu Zainur.

Sementara keterangan dari anak kandung almarhum, Sadri (24), bahwa almarhum mempunyai riwayat sakit lambung dan sakit asam urat, bahkan saat ini almarhum masih sedang menjalani rawat jalan.

“Almarhum pergi ke laut dengan menggunakan Boat jenis Oskadon Atau Boat Pancing dan almarhum pergi ke laut hanya seorang diri dan setiap pergi memancing almarhum seorang diri tanpa membawa kawan,” jelas Sadri.

Reporter : Masri
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *