Binatur River Walk Kota Pekalongan Mangkrak, DPU-PR Sebut Terkendala Tanah Warga

Kondisi Binatur River Walk Kota Pekalongan yang terbengkalai alias mangkrak, sampai sekarang kondisi tidak berubah, Minggu (16/6/2019).

PEKALONGAN, Minggu (16/6/2019) suaraindonesia-news.com – Binatur River Walk di Jalan Wilis Kota Pekalongan, Jawa Tengah yang mangkrak, sampai saat ini masih terbengkalai. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kota Pekalongan, melalui Kabid Penataan Ruang, Khaerudin menilai lambatnya penataan Binatur River Walk karena terkendala tanah pribadi warga.

Pihanya menyebut, untuk realisasi penataan taman, warga diminta untuk mengajukan permohonan pengaktifan dan perbaikan secara langsung ke DPU-PR.

“Kendalanya kan ada tanah milik warga. Nah kalau mau diperbaiki silakan ajukan permohonan ke kantor DPU-PR,” katanya. Padahal, pengololaan Binatur River Walk sendiri sudah diatur dalam Perda Sempadan Nomor 7 Tahun 2012.

“Perda sudah ada. Nah tinggal masyarakat mengajukan, nanti kami langsung ajukan ke Pemkot,” tegas Khaerudin.

Pengaktifan kembali Binatur River Walk bisa mengejar kekurangan jumlah RTH (Ruang Terbuka Hijau) di Kota Batik agar sesuai Perda Nomor 30 Tahun 2011. Namun justru menurut Khaerudin Perda tersebut sudah tidak relevan lagi, artinya perlu direvisi.

“Maka dari itu kami ajukan ke Pemerintah Pusat supaya Perda tersebut direvisi sesuai kondisi Kota Batik,” pungkasnya.

Reporter : Arsyad
Editor : Agira
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here