Bidan Melek Politik, Rakyat Bijak dan Berdaulat

oleh -45 views
Ketua KPU Kota Bogor Samsudin (kiri) saat acara.

KOTA BOGOR, Sabtu (14/11/2020) suaraindonesia-news.com – KPU Kota Bogor bekerjasama dengan Poltekkes Kemenkes Bandung Prodi Kebidanan lakukan diskusi online, Sabtu (14/11). Diskusi tersebut bertema Bidan Melek Politik, Rakyat Bijak dan Berdaulat.

Bidan adalah profesi yang sangat strategis. Mereka hadir pada peristiwa penting kehidupan keluarga di Indonesia.

“Para Bidan sangat berjasa membantu proses kelahiran, sehingga perannya sangat dirasakan masyarakat,” demikian disampaikan Ketua KPU Kota Bogor, Samsudin.

Kesan yang mendalam membuat Bidan tidak jarang dijadikan rujukan masyarakat dalam memilih, salah satunya pilihan politik.

“Bidan yang baik pemahaman politiknya akan berdampak pada baiknya kualitas pilihan masyarakat,” tambah pria lulusan IPB tersebut.

Kaprodi Kebidanan Bogor, Sri Mulyati menyampaikan, Poltekkes Kemenkes Bandung mengaku sangat senang dan mendukung kegiatan KPU Kota Bogor ini.

“Kami sangat senang serta memberikan dukungan dan apresiasi kepada KPU Kota Bogor,” kata Sri Mulyati.

Kegiatan ini juga diikuti dengan antusias oleh para mahasiswi. “Suasana diskusi sangat dinamis dan hidup ketika forum tanya jawab dibuka moderator,” ungkap wanita berkaca mata ini menambahkan.

Sementara, anggota KPU Kota Bogor Divisi SDM dan Sosparmas, Dian Askhabul Yamin menyampaikan, acara yang bertajuk “KPU Kota Bogor Goes To Campus” adalah salah satu kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih kepada para mahasiswa yang merupakan bagian dari pemilih pemula/muda.

“Setelah KPU Kota Bogor Mengajar yang menyasar siswa SMP, kegiatan KPU Kota Bogor Goes to Campus kami laksanakan untuk menyasar para mahasiswa,” ujarnya.

Kegiatan yang dihadiri ratusan mahasiswa ini dilaksanakan dalam kondisi pandemi Covid-19. Walaupun tidak bertatap muka secara langsung, namun secara online, tetap tidak menghilangkan esensi kegiatan pendidikan pemilih ini. KPU Kota Bogor berharap kegiatan ini tepat sasaran dan memberi dampak positif bagi pembangunan demokrasi di Indonesia.

“Jangan sampai Demokrasi menjadi korban senyap Covid-19,” Tutup Samsudin.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *