Berwirausaha Sejak Usia Muda

oleh -119 views
MUMPUNG MASIH MUDA : Desi Dahlianti Suyitno mengajak para pemuda untuk juga berwirausaha. (Foto: Guntur Rahmatullah)

JEMBER, Selasa (19/3/2019) suaraindonesia-news.com – Di saat yang lainnya masih 100 persen dibiayai oleh orang tua baik itu untuk kebutuhan hidup sehari-hari, pendidikan dan lainnya, maka tidak dengan mahasiswi yang satu ini.

Usia muda justru menjadi peluang tersendiri bagi Desi Dahlianti Suyitno (23) untuk mencuri start dalam berwirausaha. Baginya prinsip berdikari (berdiri di atas kaki sendiri) sangatlah penting bagi para pemuda.

Mahasiswi Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember ini memilih usaha keripik tempe sebagai bisnisnya.

“Jangan berfikir panjang untuk memulai, mumpung masih muda, saatnya memulai usaha sendiri. Bagi saya apapun itu (usahanya) yang penting dikerjakan, dijalankan,” kata Desi usai menawarkan produknya di salah satu warung daerah Jl. Kalimantan Jember, Selasa (19/3/2019) sore.

Dia lalu menceritakan awal mula dia berjuang memasarkan produknya.

“Saya memasarkan pertama ya ke warung-warung dekat kampus (UNEJ), perlahan-lahan bisa masuk ke toko oleh-oleh juga, namun sempat vakum lama karena kesibukan saya bekerja di salah satu stasiun televisi lokal, nah sekarang ini usaha saya reborn, harus bangkit kembali,” ucapnya bersemangat.

Desi memilih pemasaran secara offline maupun online dan saat ini dia berencana membeli properti di Jember untuk kantor juga sebagai gudang penyimpanan.

“Saya juga menangkap peluang besar dari iklim Jember dimana masyarakatnya senang bersholawat. Saya sempat ke pengajian di Pondok Pesantren Al-Qodiri, di situ banyak sekali jamaah hadir, itu peluang bagi saya, rencananya nanti akan memasarkan secara langsung ke para jamaah pengajian,” terangnya.

Dia pun menjelaskan kualitas keripik tempe miliknya yang diklaim berbeda dengan pada umumnya.

“Nah kalau keripik tempe itu umumnya kan dilumeri tepung baru digoreng, kalau ini lain, jadi tidak ditutupi tepung, bahkan banyak yang mengira ini masih mentah dari tampilannya padahal sudah siap dimakan. Keripik tempe kami tanpa bahan pengawet, semuanya alami jadi hanya bertahan 3 bulan saja,” jelasnya.

Saat ditanya wilayah mana saja yang sudah menjadi pasarnya.

“Saat ini sudah wilayahnya Jember, Lumajang, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, Bali, dan Alhamdulillah juga sudah ekspor ke Meksiko, Malaysia dan Kanada,” jawabnya.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Amin
Publisher : Imam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *