JEMBER, Senin (10/12/2018) suaraindonesia-news.com – Ribuan warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Silo (FORMASI) menggelar aksi unjuk rasa menuntut dicabutnya lampiran 4 dalam SK Menteri ESDM nomor 1802/K/30/MEM/201, tentang ijin tambang blok Silo, Senin (10/12/2018).
Awalnya, 7000 massa itu berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Jember lalu berlanjut ke depan Kantor Pemkab Jember.
Dalam unjuk rasa itu, masyarakat ingin menunjukkan dukungan sepenuhnya kepada Pemerintah Kabupaten Jember dan DPRD Jember untuk satu suara menolak tambang blok Silo.
Koordinator Aksi, Heru Purnomo, saat berorasi di depan Pemkab Jember mengatakan bahwa Pernyataan Gubernur Jawa Timur yang mengaku telah berkomunikasi dengan rakyat, semua itu adalah kebohongan serta cacat hukum. “Kami tidak pernah berkomunikasi dengan Gubernur,” tegasnya.
Baca juga : Prof. Arif : Ijin Eksplorasi Blok Silo Cacat Etika Secara Hukum
Bahkan, lanjut Heru, jika SK ESDM itu tidak dicabut, maka warga Silo mengancam akan menutup akses jalan raya Banyuwangi -Jember apabila pertambangan yang blok Silo dilanjutkan dan tidak segera dicabut.
“Kami Siap berkorban nyawa untuk mempertahankan kampung halaman kami,” teriaknya.
Bupati Jember, dr. Faida mengatakan untuk tidak menghabiskan energi berpolemik di Jember. Dia tegaskan bahwa tidak ada satu pun keinginan untuk berbeda dengan dewan, tokoh masyarakat dalam menyikapi Blok Silo.
“Bupati dan Wabup keinginannya sama, yaitu menolak adanya tambang,” tegas Bupati di depan ribuan pengunjuk rasa.

Bupati pun menegaskan tidak pernah memberikan rekomendasi dan tidak pernah memberi celah terkait urusan lahirnya tambang.
“Satukan kekuatan untuk tujuan besar yang sama, karena kita sedang mengalami persoalan besar terkait blok tambang,” jelasnya.
Sementara Wabup Jember, Muqiet Arif mengatakan Bupati dan Wakil Bupati sangat konsisten menolak tambang, seirama dengan harapan masyarakat.
Penolakan tambang ini membutuhkan banyak sinergi dengan banyak pihak. Oleh karenanya, kebersamaan ini harus dirajut bersama.
“Jangan sampai ada celah dari pihak manapun yang akan membenturkan semuanya. Jangan mencari perbedaan, cari persamaan,” kata Wabup.
Bupati berharap Pemerintah Pusat membantu Jember, agar Jember kondusif dan masyarakat bisa kembali pada tugas maupun usahanya masing -masing .
Reporter : Eko Riswanto
Editor : Amin
Publisher : Imam












