Bersalin Dibiayai BPJS Kesehatan, Begini Cerita Ibu Muda Di Gunungsitoli

oleh -33 views
Safriana Gea

GUNUNGSITOLI, Kamis (2/4/2020) suaraindonesia-news.com – Biaya persalinan yang besar, tidak lagi menghantui saya dan keluarga. Sejak hadirnya JKN-KIS di Indonesia, saya yakin persalinan anak kedua ini akan jauh lebih ringan dari sisi pengeluaran itu semua berkat JKN-KIS.

Hal ini diungkapkan oleh seorang ibu perempuan sekaligus ibu dari satu orang anak ketika dimintai pendapatnya tentang persalinan menggunakan layanan Program JKN-KIS yang disampaikan oleh tim BPJS Kesehatan kepada media ini.

Safriana Gea adalah seorang ibu yang berprofesi sebagai pegawai di Kantor Pos Gunungsitoli 22800. Memasuki Usia kandungan yang ke-9 bulan, Safriana membagikan pengalamannya bersalin menggunakan JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Kepada tim Jamkesnews, Safriana menceritakan bahwa dirinya puas dengan pelayanan kesehatan menggunakan Program JKN-KIS.

“Di tahun 2017, untuk pertama kalinya saya mendapatkan pelayanan persalinan di RSUD Gunungsitoli. Pengalaman persalinan ini sungguh membahagiakan, karena untuk pertama kalinya kami resmi menyandang status sebagai orang tua. Terlebih bagi saya yang resmi disapa sebagai ibu, kelahiran anak pertama adalah babak awal bagi kebahagian yang akan kami jalani,” tutur Safriana.

Lebih lanjut Safriana menceritakan pengalamannya berobat menggunakan kartu KIS di RSUD Gunungsitoli. Persalinan anak pertama, bukanlah pengalaman pertama yang ia dapatkan dengan kartu KIS, tetapi persalinan merupakan pengalaman yang paling indah baginya.

“Kebahagiaan ini lahir ditengah keluarga kami. Menjalani masa persalinan, jujur ada ketakutan di hati saya, kesiapan mental, kesehatan, dan biaya menjadi salah satu faktornya. Tetapi alangkah leganya hati, ketika dalam proses persalinan, saya ditangani secara cepat oleh tim medis,” ungkap Safriana.

Sambungnya, dengan berbagai pertimbangan tim medis, dirinya harus menjalani persalinan melalui operasi caesar di RSUD Gunungsitoli.

“Dengan kata lain ada biaya lebih besar yang harus kami keluarkan. Tapi alangkah bersyukurnya saya menjadi peserta BPJS (JKN-KIS), semua biaya persalinan telah ditanggung oleh BPJS alias gratis,” sambungnya kepada Tim Jamkesnews.

Diakhir bincang-bincang dengan tim Jamkesnews, Safriana mengaku lebih tenang menjalani masa kelahiran anak keduanya.

“Menjelang persalinan anak kedua, keluarga memberikan support mental dan membangkitkan semangat saya. Untuk biaya, kami telah mempercayakannya kepada BPJS (JKN-KIS) yang terbukti telah memberikan manfaat bagi kami dan jutaan orang lainnya,” aku Safriana.

Ia pun sangat bersyukur dengan adanya program JKN-KIS ini, karena manfaatnya benar-benar dirasakan. Dirinya berharap, program ini dapat berjalan secara berkesinambungan dan terus memberikan manfaat bagi masayarakat Indonesia.

“Tak lupa saya mengajak seluruh peserta JKN-KIS, untuk tetap membayar iuran dengan rutin dan tepat waktu, karena iuran yang kita bayarkan telah memberikan manfaat bagi yang membutuhkan dan menjadi amalan baik bagi kita yang mau berbagi,” tutupnya.

Reporter : Topan
Editor : Amin
Publisher :Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *