Berkedok Jual Pangkalan Gas, Dua Mantan Karyawan PT. Perjuangan Pante Bidari Diduga Tipu Sejumlah Warga

oleh -1.157 views
Foto: Ilustrasi

ACEH TIMUR, Selasa (02/03/2021) suaraindonesia-news.com – Mantan karyawan PT. Perjuangan Pante Bidari selaku agen penyalur gas elpiji yang berinisial G dan R diduga telah melakukan penipuan ratusan juta rupiah terhadap sejumlah warga Aceh Timur dengan berkedok penjualan pangkalan gas sejak tahun 2017. Terakhir diketahui G telah melarikan diri ke luar daerah sedangkan R tidak diketahui keberadaan nya.

Selain dua karyawan PT. Perjuangan diduga telah menipu sejumlah calon pemilik pangkalan, beredar informasi baru-baru ini pihak Agen Penyalur gas tersebut pada program perluasan pangkalan gas berdasarkan kebijakan Pertamina tahun 2020/2021, diduga menjual pangkalan gas senilai Rp 120 juta sebagai bentuk biaya perlengkapan.

Beradasarkan investigasi yang dilakukan sejumlah awak media, para korban penipuan yang dilakukan mantan karyawan PT. Perjuangan mengaku setelah diserahkan uang, namun pangkalan yang dijanjikan tidak ada.

Seperti yang diungkapkan Idris (50) warga Kecamatan Nurussalam bahwa diri nya mendapatkan tawaran dari G akan membantu mengurus pangkalan gas, selanjutnya ia mengurus 2 unit pangkalan punya temannya, namun setelah diserahkan uang Rp 105 juta, cuma satu pangkalan yang keluar, sedangkan satu nya lagi sampai sekarang tidak jelas.

“Untung bukan saya sendiri yang menyerahkan uang, tapi pemilik calon pangkalan langsung yang menyerahkan uang nya,” ujar Idris.

“Ada beberapa orang yang telah dikembalikan uang nya, itupun proses nya tidak mudah, harus bertengkar lebih dahulu dengan oknum G tersebut,” ujar sumber lain nya warga Julok.

Sementara Dirut PT. Perjuangan Pante Bidari H.Basri saat dikonfirmasi melalui saluran telpon Selasa 02/03 yang mengaku berada di Medan, dan mengatakan jika pihak perusahaan tidak pernah menipu orang.

“Jika ada bukti mengirim/menyerahkan uang ke perusahaan kita akan bayar, penipuan itu dilakukan oleh oknum mantan karyawan nya bahkan bukan hanya menipu banyak orang tapi uang perusahaan ikut dilarikan,” ujar Basri.

Lanjutnya, memang banyak yang laporan kepadanya bahwa telah menyerahkan uang bukan hanya kepada G tapi juga R, untuk mendapatkan pangkalan gas.

“Tapi saya tidak mungkin membayar nya karena bukan diserahkan/dikirim ke rekening perusahaan, sebagai Perusahaan resmi punya managemen, jika ada bukti menyerahkan kepada perusahaan kita bertanggung jawab,” tuturnya.

“Jadi mereka melakukan penipuan atas nama pribadi, dengan mengatasnamakan perusahaan, meskipun saat itu mereka masih sebagai karyawan,” tegas Basri.

Bahkan Basri mengatakan jika mendapati mereka segera hubungi pihaknya, karena mereka telah merugikan nama perusahaan, sementara diri nya berusaha membantu masyarakat untuk memudahkan mendapatkan gas elpiji dan termasuk premium.

“Gegara kejadian tersebut, kami tidak lagi memasok premium,” tuturnya.

Terkait issu penjualan pangkalan gas capai Rp 120 juta per pangkalan pada perluasan pangkalan gas tahun 2020/2021, Dirut PT. Perjuangan H.Basri membantah keras informasi tersebut.

“Pihaknya Tidak pernah menjual pangkalan gas, yang kita minta hanya untuk biaya membayar harga tabung, kan tidak mungkin kita yang menanggung biaya tabung gas,” ujarnya.

“Jadi Informasi tersebut tidak benar, kami tidak pernah menjual pangkalan,” pungkasnya.

Reporter : Masri
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *