Berkat CSR PT. Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Batik Blora Berkembang Pesat

oleh
Kelompok Batik Pratiwi Krajan, Kelompok Pengrajin yang mendapatkan Program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT.Pertamina EP Asset 4

BLORA, Senin (16/10/2017) suaraindonesia-news.com – Batik Blora Berkembang Pesat Berkat program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu Tepatnya Di Lingkungan RT 05/RW 01 Kelurahan Ngelo Kecamatan Cepu Kabupaten Blora Provinsi Jawa Tengah Hampir setiap hari kebanjiran pengunjung Dari Lokal maupun Luar Kabupaten Blora.

Pengrajin yang mendapatkan Program Corporate Social Responsibility (CSR) PT.Pertamina EP Asset 4 Salah Satunya adalah kelompok Batik Pratiwi Krajan Senin 16 Oktober 2017 semakin Ramai omset yang siginifikan Meningkat.

kata Intan Anindita Putri – Government & PR staff PT.Pertamina EP Asset 4
Intan Anindita Putri yang biasa Disapa Intan ini menceritakan bahwa Pancasunu Puspitasari adalah salah satu Pengrajin batik dan empunya Klaster Batik Pratiwi Krajan tersebut sejak 2014 sudah mengalami pasang surut perbatikan.

Namun, mimpinya untuk bisa berkembang terus menjadi motivasi yang kuat untuk memperkenalkan batik khas Blora.

Tujuh belas anggotanya yang didominasi ibu rumah tangga dari warga sekitar Ngelo & Karangboyo setiap harinya hadir ke rumah produksi untuk membuat kain batik.

“Awalnya anggota hanya 5 orang, sekarang sudah berjumlah 17 orang,“ terang Intan.

Sementara Itu panca Sunu puspitasari mantan Karyawati PT. Pelangi Elasindo yang saat ini Menjabat Ketua pengrajin Batik Krajan Ketika dikonfirmasi menyampaikan Dengan rata-rata produksi per bulan sekitar 250-300 kain batik, ibu-ibu pembatik dapat menerima penghasilan tambahan hingga mencapai Rp 600.000,- / bulan hanya dengan memanfaatkan waktu luang selama 4 jam/hari untuk beraktifitas mulai pukul 10.00-14.00 WIB di rumah produksi.

Kelompok Pengrajin Batik yang mendapatkan Program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT.Pertamina EP Asset 4

“Disini kami mengembangkan motif batik khas Blora seperti Motif jati Blora, Minyak dan Gas Bumi, yang ada diruang lingkup PT. Pertamina EP asset 4 Field Cepu motif kilang minyak dan pompa angguk,” ujarnya.

Dari beberapa motif tersebut, nunuk juga menyabet sertifikat hak cipta dari Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual sejak 2016 dengan tema “Batik Jatiku”.

“kami sering Banyak tamu mencari batik krajan hingga ke Ngelo,” kami kerap kewalahan memenuhi permintaan konsumen dari berbagai daerah hingga Kalimantan dan berbagai kalangan hingga anggota partai,” imbuhnya.

Selain itu kelompok kami aktif menjemput bola melalui parade dan bazaar UMKM,“ Kami membuka jaringan pemasaran batik pratiwi krajan dengan Bappeda & Dekranasda dan sudah sampai keluar Jawa.

Selain dari penjualan di showroom, kami rutin mengikuti pameran hingga keluar kota Blora seperti baru-baru ini Parade UMKM BRI di GOR Trilumba Juang Semarang,” ungkapnya.

Harga yang ditawarkan untuk selembar kain batik pun beragam dan cukup terjangkau mulai dari Rp 150.000,- hingga Rp Rp 300.000,- tergantung dari jenisnya.

Tak hanya sekedar membuat batik, tentunya Batik Pratiwi Krajan ini juga menyajikan produk dengan kualitas tinggi, baik produksi batik tulis maupun batik cap (printing).

Hal ini dibuktikan juga dengan pemakaian pewarna alam yang berasal dari tumbuh-tumbuhan khas yang hidup di sekitar selain dari pewarna kimia.

“Ada secang, mahoni, jati, dan tumbuhan lain yang bisa digunakan untuk pewarna alami,” jelasnya.

penyelamatan polusi Air
Dalam Membatik Kegunaan pewarna alam banyak berpengaruh terhadap pelestarian lingkungan.
maka itu kelompok kami menyadari limbah batik, dapat menjadi momok polusi air seiring bermunculan pertumbuhan pengusaha batik.

Untuk itu Batik Pratiwi Krajan melakukan pemasangan instalasi pengelolaan limbah sederhana.guna mengantisipasi polusi Meskipun masih sederhana, terbukti telah terjadi penurunan tingkat pencemaran berdasarkan hasil uji air limbah di Balai Laboratorium kesehatan dan Pengujian Alat Kesehatan Semarang.

Keberhasilan Nunuk dan kelompoknya dalam mengembangkan batik pratiwi krajan tidak terlepas dari peran perusahaan Migas yang ada di wilayah Blora,
batik pratiwi krajan telah dibina Oleh Pihak PT.Pertamina EP Asset 4 Field Cepu sejak tahun 2014. Bantuan yang diberikan tidak sekadar pelatihan teknis membatik.

Namun menyeluruh dari hulu ke hilir seperti di sektor manajemen kelompok, maupun pemberian alat-alat membatik hingga pemasangan IPAL.

“Alhamdulillah karena bantuan CSR PT. Pertamina kami sebagai perempuan bisa mandiri, bisa tumbuh dan perekonomian warga kami meningkat. Kami berharap bisa terus maju kedepan,“ Pungkasnya.(Lukman/Jie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *