SURABAYA, Jumat (7/2/2020) suaraindonesia-news.com – Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Surabaya Timur, Patut diduga menjadi ajang mengeruk keuntungan pribadi.
Banyak sekali kejanggalan-kejanggalan yang ditemui saat pengurusan kendaraan bermotor (ranmor). Mulai dari proses cek fisik hingga pemblokiran lapor jual.
Disinyalir, untuk proses lapor jual, diduga ada indikasi mengeruk keuntungan yang dilakukan oleh oknum petugas samsat, dalam hal ini adalah petugas dari Dinas Pendapatan Daerah yang telah menjalin “kerjasama” dengan calo-calo tertentu.
Untuk lebih jelasnya, ikuti penelusuran investigasi suaraindonesia-news.com edisi berikutnya.
Reporter : Agus DC
Editor : Amin
Publisher : Oca












