Berikut Hasil FGD Antara Pemkab Pamekasan, Bea Cukai Madura dan UNEJ

oleh -52 views
Kepala Kantor Bea Cukai Madura, Yanuar.

PAMEKASAN, Kamis (29/07/2021) suaraindonesia-news.com – Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) sudah dinyatakan menjadi prioritas Bea Cukai Madura bersama Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, sejak tahun 2020 kemarin.

Minggu lalu telah dilaksanakan FGD Kawasan Industri Hasil Tembakau yang juga dihadiri Tim Peneliti Universitas Negeri Jember atau UNEJ meski secara daring karena pandemi.

Kepala Kantor Bea Cukai Madura, Yanuar Calliandra menyampaikan, agenda FGD ini mereka membahas tentang hasil studi uji kelayakan (feasibility study) dari UNEJ.

“Setelah hasil kelayakan berdasarkan aspek manajemen atas rencana pembangunan KIHT di Pamekasan dinyatakan layak syarat. Bahkan sudah bisa dikatakan layak untuk dibangun dan dilanjutkan prosesnya sesuai dengan rencananya semula di Desa Gugul Kecamatan Tlanakan Bumi Gerbang Salam,” kata Yanuar Calliandra.

Pihaknya mengapresiasi positif hasil studi uji kelayakan yang telah dilakukan atas rencana KIHT Pamekasan.

“Semoga itu menjadi landasan kuat jajaran Pemerintah Kabupaten setempat untuk melanjutkan proses selanjutnya. Sehingga semua akan sesuai dengan timeline yang telah direncanakan Sebagaimana mestinya,” harap Yanuar Calliandra. Kamis (29/7/2021).

Kata Yanuar, Keberadaan Kawasan Industri Hasil Tembakau di Pamekasan merupakan langkah preventif bersama, dengan melakukan pembinaan kepada industri hasil tembakau, tidak lain bertujuan untuk menekan angka rokok ilegal.

“Selain itu, KIHT akan meningkatkan perekonomian daerah Pamekasan dan optimalisasi pemberdayaan potensi daerah serta sumber daya,” pungkasnya. (Adv).

Reporter : My
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *