Berikut Alur Verifikasi Data Warga Miskin

PALING KIRI : Teknikal asisten SLRT Jember sekaligus pemateri pada Bimtek Puskesos, Abdul Rahman (Foto: Guntur Rahmatullah)

JEMBER, Kamis (6/12/2018) suaraindonesia-news.com – Salah satu pemateri pada Bimtek Puskesos yang diikuti 25 peserta dari 25 desa, Abdul Rahman menjelaskan bahwa Puskesos, merupakan penanganan masyarakat miskin dimana sekarang ada wadah di tingkat desa sehingga mereka tidak mengalami kebingungan atau minta rujukan terhadap program-program yang dikeluarkan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Menurutnya, Pemerintah Daerah mempunyai peran yang sangat besar, dimana dari semua keluhan yang disampaikan oleh masyarakat miskin, 80 persen terselesaikan di daerah.

“Puskesos di tingkat desa itu mendekatkan Program-program daerah di tingkat desa dan menjadi solusi bagi masyarakat miskin untuk menyampaikan hal-hal yang berkenaan dengan dirinya,” jelas Rahman usai memberikan materi pada Bimtek yang diselenggarakan oleh Dinsos Jember, Kamis (6/12) siang.

Berbicara tentang verifikasi dan validasi data orang miskin, terdapat alur yang mempunyai perbedaan fundamental dibanding sebelumnya.

“Berdasarkan Permensos No. 28/2017, terdapat perbedaan yang fundamental terkait penyerapan data orang miskin. Sebelumnya alurnya ialah dulu untuk melakukan perubahan data itu kita turun ke lapangan untuk verifikasi dan validasi (verval) baru dimusdeskan. Sekarang alurnya ialah dari prelis yang ada itu musdeskan dulu, baru kemudian di verval masuk lagi ke desa untuk dimasukkan ke SIKS-NG lalu dikirim ke operator di tingkat kabupaten,” urai Rahman, teknikal assisten pada SLRT Jember.

Baca Juga: Kinerja SLRT Jember Masih 25 Persen – 

Rahman juga menjelaskan bahwa peran mahasiswa yang mendapat beasiswa Pemkab Jember dengan prasyarat melakukan verval data orang miskin itu merupakan filter kedua untuk validasi data.

“Karena mahasiswa itu masih idealis, mereka akan melihat data itu lebih murni dengan terjun langsung ke lapangan dan itu merupakan filter kedua demi mendapatkan data yang benar-benar valid,” lanjutnya.

Berdasarkan Ketetapan Menteri Sosial Nomer 057/2017, terdapat 307.284 keluarga miskin di Jember, dimana tertinggi adalah Kecamatan Sumberbaru, dengan jumlah total 16.664 rumah tangga miskin, dimana Desa Yosorati menjadi desa tertinggi angka kemiskinannya dengan angka 8.813 kepala keluarga.

“Nah data yang dikeluarkan pada 2017 oleh Menteri tersebut yang sedang divalidkan lagi oleh Pemerintah Kabupaten Jember,” pungkasnya.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Agira
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here