Beredar Isu PT Medco Tuding Pengungsian Warga Banda Alam Sebuah “Rekayasa”

oleh -379 views
Foto : Warga Desa Panton Rayeuk T Kec Banda Alam yang mengungsi ke Kantor Camat Banda Alam.

ACEH TIMUR, Selasa (29/06/2021) suaraindonesia-news.com – Saat ratusan warga menyelamatkan diri dari terpapar bau gas untuk mengungsi ke tempat yang aman yang pusatkan dihalaman Kantor Camat Banda Alam sejak Senin (27/6), beredar rumor yang tak sedap bahwa aksi pengungsian yang dilakukan Warga Desa Panton Rayeuk T adalah sebuah “Rekayasa”.

Tudingan rekayasa dibalik pengungsian bukan hanya sampai ke telinga para pengungsi, tapi menjadi pembicaraan hangat beberapa kalangan di Ibukota Aceh Timur, namun dari mana sumber tudingan tersebut informasi berasal dari karyawan PT Medco E&P Malaka.

Sekdes Panton Rayeuk T. Winarno membenarkan bahwa diri nya juga mendengar isu miring tersebut bahwa masyarakat mengungsi adalah sebuah rekayasa. Namun ia sendiri tidak tau maksud rekayasa.

“Mengingat masyarakat sendiri sudah sangat trauma dan panik, sebab peristiwa ini terjadi kedua kalinya. Jadi ketika ada bau gas kita menyelamatkan diri dan keluarga beserta anak-anak supaya terhindar dari paparan gas beracun, jangan sampai terjadi beberapa warga lain yang harus dirawat di rumah sakit,” ujar Winarno.

Ketua LSM FPRM Nasruddin, mengaku mendengar isu tudingan rekayasa dibalik pengungsi di Banda Alam, jika itu benar tudingan rekayasa keluar dari mulut orang-orang PT Medco kita saya sangat menyangkan dan mensesalkan karena yang korban adalah masyarakat.

Seharusnya kata Ketua Forum Peduli Rakyat Miskin, Medco jangan terlalu gegabah dalam menilai dan mengambil kesimpulan termasuk ada atau tidak nya terjadi pencemaran gas yang berasal dari kegiatan ekplorasi Blok A.

“Untuk membuktikan ada atau tidaknya gas beracun harus dibentuk tim independen untuk melakukan kajian secara ilmiah, bukan mengambil kesimpulan secara premature,” tegasnya.

“Tudingan pengungsian tersebut merupakan permainan atau rekayasa sangat melukai perasaan masyarakat,” tukas Nasruddin.

Sampai berita ini di tayang belum mendapatkan konfirmasi dari pihak PT Medco E&P Malaka setelah menunggu selama 4 jam.

Rahmat salah satu Humas Blok A PT Medco berjanji akan menyampaikan ke pimpinannya.

“Saya sampaikan dulu ke pimpinan,” ujar nya.

Reporter : Masri
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *