Berdalih Untuk Biaya Pembangunan Gedung Baru, Uang BSM di Tarik Dari Siswa Penerima

Pondok Pesantren Darul Mustofa

Bangkalan, Suara Indonesia-News.Com – Yayasan Darul Mustofa hingga hari Jumat (06/11/2015) mengaku belum bisa mencairkan dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) hal itu dikarenakan salah satu persyaratan yang belum bisa dipenuhi, yakni  harus melalui tanda tangan orang tua siswa. hal tersebut dipaparkan oleh KH. Muhlis Al Komi selaku pembina yayasan dan Pengasuh Pondok Pesantren Darul Mustofa yang beralamatkan di Jl Kh Moch Holil No 1 Tunjung Burneh Bangkalan Madura melalui telp selululernya kepada wartawan media ini pada jumat siang 06/11/2015.

Muhlis juga mengaku dari total sekitar 700 (tujuh ratus) siswanya yang mendapat dana BSM/PIP awalnya hanya 3 (tiga) siswa saja namun saat dikonfirmasi ulang  pada Sabtu siang (07/11/2015) berubah menjadi 23 siswa.

“iya kemaren saya ternyata salah dengar informasi dari kepala sekola SMP bu wiwin ternyata siswa SMP yang mendapat jumlahnya 23 bukan 3”,papar Muhlis diruang tamu kediamannya.

Namun saat di tanya lebih lanjut mengenai data beserta nama dari penerima BSM atau bisa juga dikenal sebagai Program Indonesia Pintar (PIP) Muhlis masi mau mengonfirmasi pada kepala sekolahnya.

“ya nanti saya tanyakan ke kepala sekolahnya besok” imbuhnya melalui pesan singkat (SMS).

Namun secara terpisah siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Yayasan Darul Mustofa yang didampingi ustad Furi untuk pencairan dana BSM mengaku ada 24 (dua puluh empat) siswa dari yayasan tersebut yang mencairkan dana Bantuan Siswa Miskin pada Jumat (09/10/2015) dilembaga penyalur (Bank Rakyat Indonesia) Cabang Bangkalan.

Setelah para siswa tersebut sudah mencairkan dana kemudian ustad Furi mengajak siswanya kesalah satu warung kemudian dana yang telah diterima oleh para siswa ditarik kembali oleh ustad Furi dengan mengaku atas perintah ketua yayasan guna untuk biaya pembangunan gedung sekola baru, kemudian uang tersebut ditukar dengan sebungkus nasi.

Untuk diketahui Program BSM adalah Program Nasional yang bertujuan untuk menghilangkan halangan siswa miskin berpartisipasi untuk bersekolah dengan membantu siswa miskin memperoleh akses pelayanan pendidikan yang layak, mencegah putus sekolah, menarik siswa miskinuntuk kembali bersekolah, membantu siswa memenuhi kebutuhan dalam kegiatan pembelajaran, mendukung program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun (bahkan hingga tingkat menengah atas), serta membantu kelancaran program sekolah.

Melalui Program BSM ini diharapkan anak usia sekolah dari rumah-tangga/keluarga miskin dapat terus bersekolah, tidak putus sekolah, dan di masa depan diharapkan mereka dapat memutus rantai kemiskinan yang saat ini dialami orangtuanya.  Program BSM juga mendukung komitmen pemerintah untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan di Kabupaten/Kota miskin dan terpencil serta pada kelompok marjinal.

Program ini bersifat bantuan langsung kepada siswa dan bukan beasiswa, karena berdasarkan kondisi ekonomi siswa dan bukan berdasarkan prestasi (beasiswa) mempertimbangkan kondisi siswa, sedangkan beasiswa diberikan dengan mempertimbangkan prestasi siswa. Dana BSM untuk SMP/MTs sebesar Rp 375.000 per semester atau Rp 750.000 per tahun.(Anam).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here