Berdalih Biaya Adminitrasi, Fatayat NU Gapura Lakukan Pungli Pemohon Istbat Nikah Gratis

Para Peserta Istbat Nikah Geratis saat menunggu giliran

Reporter: Liq

Sumenep, Jumat (23/12/2016) suaraindonesia-news.com – Istbat Nikah Gratis 2016 yang diadakan oleh Pemkab Sumenep bekerja sama dengan Pengadilan Agama (PA) serta melibatkan Fatayat NU Gapura Sumenep, Madura, Jawa Timur selaku fasolitator, ternyata di salah gunakan Fatayat NU Gapura dengan melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap para pemohon Istbat Nikah, Jumat (23/12/2016).

Acara tersebut diadakan di kantor NU Desa Gapura Tengah, Kecamatan Gapura, Sumenep,  Jumat (23/12/2016).

Kegiatan Istbat Gratis itu diikuti 195 peserta dari seluruh Kecamatan Gapura dan seharusnya tidak dipungut biaya serupiahpun ternyata disalahgunakan oleh pihak fatayat NU selaku fasilitator dengan membayar uang administrasi sebesar 50 ribu rupiah untuk bisa mengesahkan surat nikahnya.

HS warga Andulang mengatakan, ia datang ketempat acara untuk mengantarkan familinya karena tidak memiliki surat nikah, untuk di daftarkan agar bisa mengesahkan surat nikahnya karena dia tidak memiliki surat nikah.

“Tadi kami mendaftar di dalam malah kami dimintai uang administrasi oleh petugas di dalam sebesar 50 ribu rupiah, Padahal ini kan gratis, tapi di dalam masih dipungut biaya pak,” kata HS, Jumat (23/12/2016).

“Kami kemarin dikasik tau aparat desa kalau besok ada Istbat nikah di gedung NU, katanya tidak ada biaya semuanya gratis dan biaya ditanggung pemerintah, tapi kok malah kami harus membayar,” sambungnya dengan nada kecewa.

Sementara Ketua Fatayat NU Gapura Buhoiriya saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa fatayat hanya menfasilitasi tempat semuanya pemkab yang mengadakan acara tersebut.

“Para pemohon tidak ada biaya sama sekali apalagi anggota fatayat tidak dapat apa-apa walaupun kebarat ketimur kami tidak minta apa-apa,” terangnya.

Disinggung masalah pemohon harus membayar biaya administrasi sebesar 50 ribu rupiah, Buhoiriya mengakui kalau uang itu untuk biaya register dan biaya foto copy dan lain semacamnya.

“Sebagian uang itu masuk ke Kas Fatayat kami,” jelasnya dengan nada seakan tidak bersalah.

Ketua Hakim Pengadilan Agama Sumenep Dra. Risana Yulinda, SH, MH. Menjelaskan kalau Biayanya 391 per perkarah dengan jumlah 195 perkara dan semua biaya ditanggung oleh pemerintah daerah (Pemda) dan tidak dibebankan ke pemohon Istbat Nikah.

“Para pemohon Istbat Nikah Gratis tidak dipungut biaya sepeserpun,” tukasnya.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here