Bentuk Bupati Pamekasan Masifkan Promosi, Gebyar Batik Pamekasan Digelar di Enam Daerah Berbeda di Jatim

oleh -70 views
Bupati Pamekasan H Baddrut Tamam, dalam memaksimalkan promosi batik khas Pamekasan agar lebih dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

PAMEKASAN, Jumat (14/01/2022) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, akan menggelar gebyar batik di enam daerah berbeda di Jawa Timur, selama tahun 2022.

Enam daerah tersebut meliputi Malang, Kediri, Probolinggo, Tuban, Jember dan di daerah Bali. Hal itu dilakukan bentuk Bupati Pamekasan H Baddrut Tamam, dalam memaksimalkan promosi batik khas Pamekasan agar lebih dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

“Kenapa Malang? targetnya adalah  segmen pasar kalangan anak muda, karena Malang tempat perguruan tinggi, sehingga batik yang nanti ditampilkan adalah batik bernuansa anak muda, dan kekinian,” kata Bupati Pamekasan, melalui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Achmad Sjaifuddin. Jumat (14/1/2022).

Kata Sjaiful, Semua daerah di Jatim yang dipilih menjadi tempat pelaksanaan gebyar batik tersebut sesuai dengan target pasar. Seperti di Kabupaten Probolinggo atau Bromo, tempat tersebut bernuansa advanture, demikian juga dengan Jember, ada pusat fashion, Jember Fashion Festival, serta ada komunitas batik fashion Jember.

“Rencana gebyar di Malang dan Kediri akan dilaksanakan pada akhir bulan Maret. Di Bromo bulan Juni, Jember dan Tuban rencananya akan dilaksanakan pada bulan Juni hingga Agustus,” terang Sjaiful.

Pihaknya menginginkan peserta gebyar batik itu terdiri dari beberapa elemen, termasuk youtuber, selebgram, serta komunitas lainnya guna memasifkan promosi batik khas Pamekasan hingga ke manca negara.

“Bapak bupati menginginkan yang nonton harus banyak komunitas, para youtuber para telegram yang memberikan pengaruh besar dalam mempromosikan batik. Itulah latar belakangnya,” tandasnya.

Khusus gebyar batik yang dilaksanakan di pulau dewata Bali bertujuan untuk mengenalkan batik Pamekasan kepada wisatawan dari luar Indonesia. Puncak gebyar batik tersebut nantinya akan digelar di Surabaya yang akan menampilkan seluruh hasil desain batik fashion Pamekasan.

“Nanti akan ditampilkan sepenuhnya di Surabaya sebagai pusat barang jasa, pusat perdagangan dan pusat mode,” tandasnya.

Pihaknya akan melakukan survei atas dampak penjualan batik usai pelaksanaan gebyar tersebut agar program itu tidak sia-sia.

“Nanti akan kami lihat dampak penjualan batik dari Januari 2022 ini sekian, lalu di 2023 Januari setelah digelar gebyar batik dalam kurun wktu satu tahun kira-kira dampaknya bagaimana,” tuturnya.

Sehingga kata Sjaiful, nantinya selain memasifkan promosi melalui media sosial dengan target promosi dan pemasaran. Hal itu juga nantinya sebagai upaya mendorong kesejahteraan masyarakat.(*)

Reporter : My
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan