Berita

Belum Ada Titik Temu, Roda Pemdes Bantayan Lumpuh Total

Avatar of admin
×

Belum Ada Titik Temu, Roda Pemdes Bantayan Lumpuh Total

Sebarkan artikel ini
IMG 20220731 234421
Foto : Mustafa dan Alhudri, warga Desa Bantayan saat di temui media ini.

ACEH TIMUR, Minggu (31/07/2022) suaraindonesia-news.com – Akibat terjadi polemik di Desa Bantayan, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur pasca berakhirnya masa Pj Keuchik, sudah berjalan 10 hari telah menyebabkan kekosongan pemimpin, akibat nya roda pemerintahan Desa lumpuh total. Selain Pj Keuchik telah berakhir jabatannya, Ketua Tuha Peut juga Gampong (TPG) ikut mengundurkan diri.

Diketahui, pada hari kamis (21/07) lalu sekitar 300 warga geruduk Kantor Camat Simpang Ulim dengan tujuan menemui Camat Russamin, untuk meminta masa Pejabat (Pj) Keuchik di perpanjang. Karena gagal bertemu, warga merasa kecewa sebab Camat tidak berada di tempat, informasinya sedang mengikuti rapat di Pusat Pemerintahan Idi Rayeuk.

Tgk Mustafa (65) warga Bantayan saat ditemui suaraindonesia-news.com mengaku sangat kecewa dengan sikap Camat Simpang Ulim, pasal nya sudah pernah mengobok-obok Desa Bantayan, apakah ingin mengobok – obok kembali, buktinya mengabaikan keinginan dan aspirasi masyarakat tanpa ada pertimbangan dan kebijakan.

“Kami menilai Camat Russamin terkesan sengaja ingin mengobok-obok kembali Desa Bantayan, dulu tahun 2020 sudah pernah mengobok-obok hingga Keuchik pada saat itu bermasalah dan harus mengundurkan diri,” tuding Tgk Mustafa. Minggu (31/07).

Selanjutnya Tgk Mustafa menduga Camat Russamin sepertinya punya sentimen pribadi dengan masyarakat Bantayan, sehingga membiarkan masyarakat terpecah belah.

“Terjadinya polemik di Desa Bantayan, kami menduga Camat Russamin punya sentimen pribadi, sehingga membiarkan masyarakat terpecah belah,” imbuh Tgk Mustafa.

Sementara Tokoh masyarakat Bantayan Al Hudri (55) mengungkapkan sehari setelah warga menggeruduk Kantor Camat, beberapa perwakilan masyarakat di panggil ke ruang kerja nya, turut hadir Kapolsek dan Danramil. Namun dalam pertemuan tersebut hanya mendengarkan ocehan Camat tanpa ada keputusan dan solusi yang jelas.

“Meskipun kami telah dipanggil dan duduk bersama Muspika, akan tetapi tidak ada solusi dan keputusan yang kongkrit hanya mendengar kan ocehan Camat yang tak jelas,” ujar Alhudri.

Akibat tidak ada kejelasan sikap Camat, menurut Alhudri, sudah 11 hari roda pemerintahan Desa Bantayan lumpuh total, karena tidak ada Keuchik dan Tuha Peut Gampong (TPG).

“Sudah 11 hari roda pemerintahan lumpuh karena tidak ada pemimpin, jika terjadi sesuatu di Desa siapa yang bertanggung jawab dan siapa yang melayani masyarakat, dalam menyikapi masalah seperti ini Camat bisa apa,” kata Alhudri.

“Yang jelas mayoritas masyarakat meminta perpanjangan Pj Keuchik Badruddin yang juga warga setempat serta menolak penunjukan Pejabat Keuchik lain. Sebab selama ini Desa Bantayan sudah aman, dan banyak terjadi perubahan, masyarakat menginginkan kenyamanan yang sudah terjadi jangan terusik lagi,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan Desa Bantayan yang berpenduduk 3000 jiwa lebih saat ini seperti anak kehilangan ayah.

“Masyarakat Desa Bantayan seperti anak kehilangan ayah, tidak tau harus mengadu kemana, mau nya polemik ini segera dapat selesai,” pungkas Alhudri.

Camat Simpang Ulim, Russamin saat di konfirmasi media ini mengatakan, terkait kekosongan kepala Desa, pihak nya sudah mengusulkan Pj Keuchik baru ke Kabupaten.

“Kita sudah mengusulkan Pj Keuchik baru untuk mengisi ke kosongan, mungkin dalam proses,” kata Russamin.

Russamin juga menjelaskan, Camat sebelum dirinya juga telah menyurati Pj Keuchik dan TPG untuk membentuk Panitia Pemilihan Keuchik (P2K), namun berakhir masa Pj Keuchik itu belum dilakukan, sehingga terjadi kekosongan.

“Sebelum nya Camat telah menyurati mereka, supaya di bentuk P2K, akan tetapi sampai berakhir masa Pj Keuchik selama satu tahun tidak dilaksanakan, maka terjadi kekosongan Keuchik,” jelas nya.

Ia juga menegaskan, bahwa dirinya tidak mau melanggar aturan terkait masalah di Desa Bantayan.

“Saya tidak mau melanggar aturan,” tegas Russamin.

Terkait tudingan terhadap dirinya mengobok obok Desa Bantayan, menurutnya mungkin masyarakat tidak paham tentang aturan main atau qanun tentang pengangkatan dan pemberhentian Keuchik.

“Ya mungkin mereka tidak paham tentang aturan atau qanun, maka nya mengatakan demikian,” pungkas nya.

Reporter : Masri
Editor : Redaksi
Publisher : Romla