BeritaNewsPendidikan

Belajar Secara Terbuka Dihalaman Sekolah Ketika Turun Hujan KBM Bubar

Avatar of admin
×

Belajar Secara Terbuka Dihalaman Sekolah Ketika Turun Hujan KBM Bubar

Sebarkan artikel ini
IMG 20260131 113718
FOTO : Siswa kelas 6 yang rela belajar dihalaman sekolah, karena ruang kelasnya dipakai bergantian dengan siswa kelas 1 yang ruang kelasnya ambruk. (FT/Nor/SI)

SAMPANG, Sabtu (31/1) suaraindonesia-news.com – Ambruknya ruang kelas 1 SDN Pangilen 1 Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, menyisakan suka dan duka bagi wali kelas 1 dan wali kelas 6, yang terpaksa bergantian ruang kelas untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM), pada siswanya.

Sejak ruang kelas 1 ambruk, siswanya belajar dihalaman sekolah yaitu diteras ruang kelas dengan duduk lesehan dilantai. Untungnya, wali kelas 6 dan siswanya mau berbagi ruang kelas. Artinya, jam 7 sampai 9 siswa kelas 1 belajar diruang kelas 6 dan siswa kelas 6 belajar di halaman sekolah. Jam 9 saat siswa kelas 1 pulang, siswa kelas 6 menempati ruang kelasnya untuk melanjutkan pelajaran.

Ini suka dukanya melaksanakan kegiatan belajar mengajar ditempat terbuka halaman sekolah, diungkapkan wali kelas 1 dan wali kelas 6. Jika cuaca mendung dan turun hujan, kegiatan belajar mengajar bubar karena siswa mencari tempat berteduh. Tidak hanya itu, jika terik matahari panas, siswa yang kepanasan terpaksa bergeser ketempat yang lebih teduh. Sehingga, kegiatan belajar mengajar tidak berjalan dengan baik dan optimal.

“Mengajar ditempat terbuka dengan siswa duduk lesehan di teras ruang kelas sangat menyedihkan. Sebab, kegiatan belajar mengajar tidak berjalan dengan baik dan optimal. Karena konsentrasi siswa pada pelajaran sangat susah. Ditambah lagi, faktor cuaca yang mengganggu,” terang wali kelas 1 Nor Fitriyaningsih

“Terutama jika cuaca mendung dan turun hujan, kegiatan belajar mengajar jadi bubar dengan sendirinya, karena siswa mencari tempat berteduh. Demikian juga jika terik matahari mulai panas, siswa yang kepanasan berpindah mencari tempat yang teduh,” imbuhnya.

Untungnya ungkap Fitriyaningsih, siswa kelas 6 mau bergantian ruang kelas dengan siswa kelas 1. Namun sedihnya, siswa kelas 6 jadi terdampak dengan belajar di halaman sekolah. Padahal, siswa kelas 6 harus belajar secara konsentrasi dan serius menghadapi ujian akhir kelulusannya.

Ungkapan senada juga disampaikan wali kelas 6 Abdul Latiful. Menurutnya, melaksanakan kegiatan belajar mengajar di ruang terbuka tidak dapat disamakan dengan di dalam ruangan kelas. Karena jika belajar tempat terbuka, banyak faktor kendalanya. Terutama, konsentrasi siswa terganggu dan tidak bisa fokus pada pelajaran.

“Faktor cuaca juga sangat mempengaruhi. Jika cuaca mendung dan turun hujan, secara otomatis kegiatan belajar mengajar bubar dengan sendirinya. Juga jika terik matahari sudah mulai panas, siswa yang kepanasan akan berpindah mencari tempat teduh. Ditambah lagi, jika ada angin kencang dan membawa debu menyebabkan mata siswa kemasukan debu,” jelasnya.

“Untungnya kegiatan belajar mengajar siswa kelas 6 dihalaman sekolah ini hanya 3 jam, dari jam 7 sampai 9. Karena jam 9 siswa kelas 1 yang menempati ruang kelas 6 pulang dan diganti siswa kelas 6 untuk melanjutkan pelajaran,” ungkapnya.

Melihat kenyataan itu, Kepala Sekolah SDN Pangilen 1 Hasan Syaiful Rijal berharap pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, agar dibantu mendapat anggaran rehab untuk ruang kelas 1 yang ambruk. Sehingga, kegiatan belajar mengajar seluruh siswa di SDN Pangilen 1 kembali berjalan normal dan baik.

Tinggalkan Balasan