BEI Menilai Kinerja Dunia Usaha Pada Triwulan II-2016 Diperkirakan Meningkat

Reporter: Adhi

Surabaya, 05/08/2016 (Suaraindonesia-news.com) –  Kinerja dunia usaha pada Triwulan II-2016 diperkirakanmeningkat, didorong oleh aktifitas sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran (PHR) dan Industri Pengolahan. Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU)1yang tercermin dari indikator realisasi kegiatan usaha dengan nilai SBT 20,90% lebih tinggi dibandingkan Triwulan I-2016 (SBT 1,83%) maupun periode yang sama tahun lalu (SBT 19,19%) mengindikasikan bertumbuhnyaperekonomian di Jawa Timur.

Indikator realisasi kegiatan usahaSektor PHR menunjukkan peningkatan sebesar 5,58 poin (qtq) dengan SBT sebesar 7,60% yang dipengaruhi oleh kenaikankinerja sub sektor perdagangan (SBT 6,68%). Demikian pula kegiatan usaha Sektor Industri Pengolahan pada Triwulan II-2016 pun terpantau meningkat cukup tinggi, tercermin dariindikator realisasi kegiatan usaha naik sebesar 7,70 poin (qtq) dengan nilai SBT sebesar 8,45%.

Sejalan dengan pertumbuhan kegiatan dunia usaha, kebutuhan tenaga kerja turut terakselerasi. Hal ini tercermin dari indikator realisasi tenaga kerja lebih tinggi 7,56 poin (qtq) dengan SBT sebesar 3,83%. Kinerja usaha sektor industri pengolahan dan sektor bangunan dikonfirmasi meningkatdengan masing-masing sebesar SBT 2,40% dan SBT 0,86%. Sedangkan sektor pertambangan, sektor PHR, dan sektor listrik, gas, dan air bersih cenderung menunjukkan penurunan dengan SBT masing-masing sebesar -0,39%, -0,28% dan -0,04%. Hal tersebut didorong oleh stance sejumlah pelaku usaha cenderungmenahan penambahan tenaga kerja seiring proyeksi ekonomikedepan yang dinilai belum mengalami perubahan yang signifikan.

Di sisi lain, tekanan terhadap harga jual meningkat padaTriwulan-II 2016. Hal ini tercermin dari indikator harga jualbarang/tarif dengan SBT 16,49% lebih tinggi 3,29 poin (qtq).Peningkatan harga jual terutama didongkrak oleh kenaikan biaya produksi bahan pangan pada sektor pertanian. Sedangkan tekanan harga jual kelompok sektor lainnya terpantau melemah cenderung stabil.

Tekanan harga jual diprediksi meningkat terutama pada sektor pertanian dan sektor pengangkutan. Kenaikan tersebut terjadi karena momen lebaran yang mendorong harga pangan dan angkutan.

Sementara itu, kapasitas produksi relatif stabil meskipunsedikit lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya dari SBT 83,79% menjadi 82,73%. Penurunan kapasitas produksi terjadi pada sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, dan perikanan sebesar 4,28 poin. Investasi turut melambat sebesar SBT 6,05%, terutama pada sektor industri pengolahan (-0,05%) dan sektor pengangkutan dan komunikasi (-0,14%). Namun, investasi di sektor PHR, sektor listrik, gas, & air bersih, dan sektor pertanian justru tercatat mengalami peningkatan tertinggi. Kinerja duniausaha yang meningkat turut berdampak terhadap terjaganyaindikator keuangan baik dari sisi likuiditas maupun rentabilitasperusahaan.

Ekspektasi pelaku usaha terhadap aktivitas ekonomi padatriwulan mendatang diperkirakan masih optimis, diindikasikandari indikator ekspektasi kegiatan usaha dengan SBT sebesar 30,48%. Merespon hal tersebut, kebutuhan tenaga kerja padatriwulan III-2016 diperkirakan lebih tinggi yang tercermin dariindikator ekspektasi tenaga kerja sebesar 2,08% lebih tinggidibandingkan triwulan II-2016. Potensi kenaikan harga jualkomoditas diperkirakan masih berlanjut pada triwulan III-2016, dengan tekanan sedikit lebih tinggi dibandingkan triwulan II-2016 dengan SBT sebesar 15,96%. Perkiraan peningkatantekanan harga jual utamanya terjadi pada sektor pertanian (naik 1,35 poin) dan sektor pengangkutan (naik 1,37 poin). Naiknyatekanan harga jual tersebut disebabkan adanya momen lebaran yang pada umumnya mendorong harga barang pangan danangkutan terkait tradisi mudik.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here