Begini Cara Pengecekan Dan Prosedur Pengambilan Sertifikat Tanpa Tatap Muka

oleh -125 views
Kepala Kantor ATR/BPN Kota Bogor, Ery Juliani Pasoreh (tengah).

BOGOR, Sabtu (04/04/2020) suaraindonesia-news.com – Dalam rangka mengantisipasi dan pencegahan penyebaran virus Corona Virus Disease (Covid)-19, Kantor Agraria/ Tata Ruang (ATR/BPN) Kota Bogor sudah melakukan berbagai langkah termasuk menerapkan sistem kerja dari rumah atau Work From Home (WFH), tanpa mengurangi porsi pelayanan kepada masyarakat.

Kepala ATR/BPN Kota Bogor Ery Juliani Pasoreh saat dihubungi suaraindonesia-news.com, Sabtu (04/04) menyampaikan, tanpa bertatap muka dengan pemohon, instansinya masih terus melayani masyarakat Kota Bogor.

Untuk bagan aliran pengecekan sertifikat di Kantor BPN Kota Bogor kata Ery, terlebih dahulu pemohon mendaftarkan berkas ke petugas loket dengan persyaratan yang sudah lengkap, selanjutnya, petugas loket mengecek buku tanah ke arsip online dan petugas loket mengentri berkas kemudian mencetak SPS untuk dibayarkan oleh pemohon, selanjutnya sertifikat di cap pengecekan kemudian di paraf oleh pejabat Kantor BPN

“Setelah selesai sertifikat di proses oleh pejabat kantor BPN, kembali ke loket untuk diserahkan kepada pemohon,” ungkapnya.

Adapun informasi mengenai pengecekan sertifikat Tanah kata Ery, dasar hukumnya adalah, UU No 5/1960, PP No 24/1997, PP No 13/2010, PMNA/KBPN No 3/1997, Instruksi Menteri Negara Agraria/KBPN No 3/1998 dan SE KBPN No 600-1990 tanggal 31 Juli 2003

Sementara untuk persyaratannya kata Ery adalah
1. Formulir yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasa
2. Surat Kuasa apabila dikuasakan
3. Fhotocopy identitas pemohon (KTP) dan kuasa apabila dikuasakan, yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket.
4. Sertipilat hak atas tanah/Sertipikat HMSRS
5. Surat pengantar dari PPAT untuk kegiatan peralihan/pembebanan hak dengan akta PPAT

“Untuk biayanya sendiri, sesuai ketentuan peraturan pemerintah tentang jenis dan tarif atas jenis penerima negara, bukan pajak yang berlaku pada Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia,” tuturnya.

Pada intinya kata Ery, untuk pengecekan sertifikat cukup Satu (1) hari dengan formulir permohonan memuat identitas diri, luas, letak dan penggunaan tanah yang dimohon ujarnya.

Ery menambahkan, untuk prosedur pengambilan sertifikat tanpa tatap muka, pertama, pemohon scan tanda terima berkas, KTP dan mencantumkan alamat dan nomor telepon, apabila dikuasakan, maka scan surat kuasa, KTP penerima kuasa dan alamat serta nomor telepon penerima kuasa juga dilampirkan dan file dikirim melalui email ke email BPN Kota Bogor yaitu kot-bogor@atrbpn.go.id.

Selanjutnya, petugas akan memeriksa email dan lampiran terkait bila sudah lengkap dan sesuai petugas akan mengirim email balasan.

“Setelah itu, petugas menyiapkan sertifikat terkait yang akan dikirim ke pemohon, yang dimasukkan ke dalam map plastik yang steril dan diberi sampul untuk ditujukan ke alamat yang sesuai setelah di verifikasi oleh petugas, selanjutnya, sertifikat akan dikirim menggunakan Layanan Antar Sertifikat Tanah (Last) Kantor BPN Kota Bogor,” ujarnya.

“Jika sertifikat telah sampai, pemohon menandatangani surat tanda terima yang diberikan oleh petugas, kemudian memberikan testimoni kepada petugas,” pungkasnya.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *