BBM Turun, Stok di Sejumlah SPBU Kosong

Antrian panjang di salah satu SPBU Sumenep
Suara Indonesia-News.Com, Sumenep – Turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang di mulai hari ini, membuat sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Kabupaten Sumenep,  mengalami kelangkaan. Beberapa SPBU yang ada didaerah tersebut tampak tidak memiliki stok BBM baik jenis Premium, Solar maupun Pertamax.
Sedangkan SPBU yang masih memiliki stok BBM, seperti yang terlihat di SPBU Desa Pamolokan, Kecamatan Kota, Sumenep, diserbu  warga. Sehingga antrian panjang tak ter elakkan, bahkan untuk mendapatkan BBM warga harus rela antri hingga ber jam-jam.
“Saya antri BBM sudah mulai pukul 6.00 Wib, saya baru bisa masuk pompa pengisian sekitar pukul 8.00 Wib. (sekitar dua jam),” kata Juhara (40), warga Desa/Kecamatan Manding, saat ditemui usai mengisi BBM di SPBU Pamolokan, Senin (19/1/2014).
Menurutnya, antrian panjang yang terjadi di SPBU Pamolokan disebabkan beberapa SPBU yang ada di Sumenep kehabisan stok. Sehingga masyarakat yang membutuhkan BBM, harus  mencari SPBU yang masih memiliki stok.
Kekosongan stok yang terjadi di sejumlah SPBU, juga berimbas pada ketersedian stok BBM ditingkat pengecer, beberapa pengecer juga harus pontang panting mencari BBM ke sejumlah SPBU, demi melayani konsumen yang biasa membeli BBM eceran. Bahkan saking langkanya BBM, beberapa pengendara motor rela menuntun sepedanya karena bensinnya habis, sementara kios pengecer biasa ditemui di setiap tempat sedang kehabisan stok.
Sementara H. Zainal, anggota DPRD Sumenep, mengakui terjadi kelangkaan BBM di sejumlah SPBU di Kabupaten Sumenep. Hal itu dikarenakan himbauan dari pemerintah, agar pengelola SPBU tidak menyetok BBM dalam jumlah besar, sebelum pemberlakuan penurunan, sehingga bila harga penurunan BBM diberlakukan, pengelola SPBU tidak merugi.
“Wajar kalau hari pertama pemberlakuan penurunan harga BBM stok di sejumlah SPBU kurang, karena sebelumnya sudah ada himbauan dari pemerintah agar pengelola SPBU tidak  menyetok BBM dalam jumlah banyak, sehingga bila penurunan harga BBM diberlakukan pengelola tidak merugi,” kata H. Zainal, anggota DPRD Sumenep.
Menurut Politisi asal PDI Perjuanga ini, himbauan dari pemerintah tersebut semata-mata untuk tidak merugikan pengelola SPBU di Indonesia, khususnya di Kabupaten Sumenep. Sehingga pedagang maupun pengelola SPBU tidak merugi akibat turunnya harga BBM.
“Sebagai kader PDI Perjuangan, saya harus turut menginformasikan himbauan dari pemerintah, tidak masalah hari ini SPBU banyak yang kosong, karena setelah resmi pemberlakuan penurunan harga, semua SPBU akan di gelontor BBM sesuai kebutuhan,” pungkasnya.
Sementara itu, setelah mengalami penurunan untuk harga Bensin Subsidi di wilayah Jawa Timur saat ini sebesar Rp 6.700 per liter, sedangkan untuk harga Solar Subsidi sebesar Rp 6.400 per liter di semua wilayah. (udin/zai).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here