Bawa Sabu, Pasutri Asal Kedungsupit Probolinggo Dibekuk Polisi

oleh -1.123 views
Foto : Sayyid Achmad (41) dan Lutfiah (35), pasangan suami istri tersangka budak narkoba dibekuk polisi.

PROBOLINGGO, Jumat (17/1/2020) suaraindonesia-news.com – Bawa narkotika jenis sabu-sabu, Sayyid Achmad (41) dan istrinya Lutfiah (35) warga Dusun Krajan RT.03/RW.02 Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dibekuk Satuan Reserse Narkoba Polres Probolinggo Kota.

Pasangan suami istri (Pasutri) ini ditangkap petugas Satresnarkoba pada hari Rabu (15/1/20) sekitar jam 17.30 Wib, di jalan Ir. Sutami, Kelurahan Kedunggaleng, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.

Ditangkapnya tersangka budak narkoba yang merupakan pasangan suami istri ini berawal dari informasi masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan oleh petugas, saat tersangka melintas di jalan Ir. Sutami, di Kelurahan Kedunggaleng, Kecamatan Wonoasih dengan mengendarai mobil Toyota Rush nopol N-1185-RY, tersangka dihentikan oleh petugas Satresnarkoba.

Setelah dilakukan penggeledahan oleh petugas Satresnarkoba, diketemukan barang bukti (BB) berupa 1(satu) buah klip yang berisi shabu-shabu dengan berat 1,08 (satu koma nol delapan) gram beserta pembungkusnya yang dipegang oleh tersangka Lutfiah, ungkap Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambariyadi Wijaya, saat konferensi pers, Jumat (17/1).

Menurut keterangan ke dua tersangka, lanjut AKBP Ambariyadi, barang haram tersebut didapat dari seorang yang tidak mereka kenal dengan harga Rp1200.000,- (satu juta dua ratus ribu rupiah).

Kepada petugas, tersangka sabu-sabu yang merupakan pasangan suami istri ini mengaku menggunakan sabu-sabu sejak tahun 2007.

“Sudah 12 tahun ini saya ketergantungan pada sabu, kalau tidak menghisap sabu-shabu badan dan jantung terasa sakit. 1paket seberat 1.08 gram kita pakai selama 10 hari. Pernah saya mencoba beralih minum vitamin C namun harganya mahal. Harganya vitamin C Rp450.000,- (empat ratus lima puluh ribu rupiah) untuk satu hari. Akhirnya saya kembali menggunakan sabu lagi,” kata tersangka kepada petugas.

Pasangan suami istri tersangka sabu-sabu ini oleh polisi dijerat pasal 112 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun, denda paling sedikit Rp800.000.000,- (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp8000.000.000,- (delapan miliar rupiah).

Reporter : S.Widjanarko
Editor : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *