Reporter: RM
Pati, 04/08/2016 (Suaraindonesia-news.com) – Proyek jalan aspal penghubung antara Desa Rogomulyo – Desa Talun Kecamatan Kayen Kabupaten Pati tahun 2016 diduga asal asalan.
Baru beberapa bulan lalu selesai dikerjakan oleh pihak rekanan (menurut pekerja red). Lapisan aspal sangat tipis dan tidak adanya papan informasi pekerjaan menjadi pertanyaan warga sekitar, dugaan kuat dikerjakan dengan asal jadi, dan tidak sesuai dengan spesifikasi.
Salah seorang tokoh masyarakat mengaku kecewa dengan kualitas pembangunan jalan tersebut. Ia sangat menyayangkan ketebalan aspal yang sangat tipis, belum lagi tidak terlihat adanya papan plang proyek dipasang dilokasi. Tentu saja hal ini akan menyulitkan masyarakat untuk melakukan pengawasan pada proyek tersebut.
“Kami tidak bisa tahu informasi tentang proyek itu. Bahkan yang terjadi terkesan proyek itu seperti proyek siluman.Bahkan saya juga pernah bertanya terkait pengaspalan tersebut. Akan tetapi, malah mereka juga tidak tahu seperti apa yang seharusnya dikerjakan. Karena kata mereka (pekerja), mereka hanya disuruh bekerja saja, dan tidak dibekali RAB, spek maupun gambar pekerjaan. Mana plang proyek nya tidak ada pula,” kata tokoh masyarakat yang namanya enggan untuk disebutkan, Selain (04/08).
Tokoh masyarakat juga menyayangkan terkait aspal yang mengelupas di tambah bergelombang, karena pengaspalan belum ada lima bulan.
Menurutnya pengaspalan tersebut ada yang tidak beres.
“Proyek pengaspalan ini saya kira ada KKN mas, masak belum ada lima bulan sudah mengelupas dan bergelombang,” Imbuhnya.
Kepala desa setempat saat di konfirmasi mengatakan bahwa sumber dana dari Dana Desa, dan terkait aspal di sepanjang jalan banyak yang mengelupas juga aspal yang berada tepat di atas gorong-gorong juga mengelupas dan bergelombang mengatakan akan menunggu satu tahun untuk pengerasan.
“Pengaspalan tersebut dari Dana Desa mas, terkait pengaspalan yang tepat di atas gorong-gorong menunggu satu tahun baru diperbaiki mas, nunggu pengerasan. Semisal jalan tersebut tidak saya aspal malah saya yang kena nanti. Dan juga disepanjang jalan ada yang mengelupas itu karena banyak truk yang melintas dengan muatan berat,” kata kepala desa.

